PATI – Kilasfakta.com, – Halaman Dinas Pertanian Kabupaten Pati dipenuhi ratusan petani yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Perhutanan Sosial Kabupaten Pati. Mereka menggelar audensi terkait dengan kelangkaan dan mahalnya harga pupuk bersubsidi. Aksi para petani mendapat tanggapan positif Kepala Dispertan Pati Ratri Wijayanto, dan AE Pupuk Indonesia Perwakilan Kabupaten Pati Yogi Bahtiar
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Warsiti meminta agar pengawasan distribusi pupuk bersubsidi ditingkatkan. “Alokasi pupuk bersubsidi tentunya sudah diperhitungkan pemerintah, agar bisa mencukupi kebutuhan para petani. Jika saat ini pupuk mejadi langka, maka perlu dilakukan pengawasan secara lebih maksimal,” ujarnya kepada Kilasfakta.com, saat dimintai tanggapan terkait kelangkaan pupuk bersubsid di Kabupaten Pati.
Menurut Warsiti, kelangkaan yang terjadi saat ini merupakan anomali. Sebab sebenarnya pemerintah sudah mendistribusikan pupuk sesuai dengan kuota yang dibutuhkan, namun kenyataan di lapangan berbeda. Pupuk sangat langka dan jika ada, sehingga harganya menjadi mahal. “Selain langka, pupuk bersubsidi ini akanmenjadi mahal. Kasihan petani kita,” tegasnya.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini mengatakan, banyak petani yang sudah memenuhi persyaratan untuk memperoleh pupuk bersubsidi, namun ternyata mereka tidak kebagian. “Pertanyaannya, kemana pupuk yang menjadi jatah mereka yang tidak memperoleh haknya. Ini PR kita bersama, dan harus segera diatasi, demi nasib para petani,” sambungnya.
Pihak terkait, lanjut Warsiti, perlu rutin melakukan kontrol dan pengecekan terhadap pendistribusian pupuk subsidi, sehingga bisa tepat sasaran. Dia pun meminta stakeholder terkait untuk menyusun data penerima pupuk subsidi dengan akurat. Supaya penyaluran ini tepat sasaran. (Adv)

