SRAGEN – Kilasfakta.com – Taman bunga maupun taman apotek hidup, dan dapur hidup dianggap sebagai sarana untuk menghilangkan stres dan kejenuhan, serta sebagai penghasil oksigen dan penyegar udara. Apalagi sebuah taman itu berada di rumah sakit, tentu lingkungannya berdampak pada percepatan pemulihan pasien.

Berawal dari konsep itulah, Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soeratno Gemolong (RSSG) menyelenggarakan Lomba Taman RSSG khusus pemanfaatan lahan pada pekarangan rumah sakit.

Lomba diikuti oleh seluruh karyawan RSSG yang terbagi menjadi 9 kelompok taman itu dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) RSSG ke – 15.

Kesembilan kelompok taman tersebut dinilai langsung oleh Wakil Bupati Sragen, Suroto, Dewan Pengawas RSSG, Tugiyono, perwakilan Disperkimtaru, dan 2 juri lainnya dari internal RSSG, pada Jumat (11/7/2025) siang.

Wabup Suroto saat meninjau kesembilan taman itu menyampaikan apresiasinya. Menurutnya kreatifitas yang ditonjolkan pada masing-masing taman mempunyai ciri khas sendiri dan merupakan bagian memperindah tampilan rumah sakit.

“Untuk lomba taman disini, tentu merasa bangga. Jadi RSUD di utara bengawan ini bisa punya nilai estetika yang indah. Kalau sudah indah tentu membuat nyaman pasien, keluarga pasien maupun pengunjung,” ungkap Wakil Bupati.

Sementara Direktur RSSG, dr. Kinik Darsono, MMed.Ed, FISQua menyebut yang melatarbelakangi diadakannya lomba taman ini tak hanya sekedar untuk membuat indah lingkungan kawasan RSSG saja. Namun juga untuk meningkatkan kerjasama antar seluruh pegawai di RSSG.

“Saling bekerja sama, makanya kelompok itu kita buat campuran mulai dari dokter spesialis, perawat, bidan, admin, cleaning service, sampai security kami jadikan satu kelompok,” jelasnya.

Lomba yang diberi waktu pengerjaan selama satu bulan sejak 11 Juni itu, Kinik menilai seluruh pegawai RSSG bisa mempunyai rasa untuk lebih peduli terhadap lingkungan kerja mereka.

“Alhamdulillah, memang teman-teman itu yang paling dirasakan setelah lomba ini selama satu bulan jadi raket, peduli, dan ada rasa memiliki. Kalau keindahan memang mungkin kalau dilihat, karena ilmunya soal taman terbatas, tapi katanya ternyata mereka juga ada yang konsultasi kepada ahli taman, nah ini kami apresiasi sekali,” kata Kinik.

Untuk pemenangnya, lanjut Kinik, akan diumumkan saat acara puncak perayaan HUT ke-15 RSSG pada 19 Juli 2025 mendatang. Dari pihak panitia pun telah menyiapkan hadiah berupa uang pembinaan untuk diserahkan kepada 5 pemenang taman terbaik.

Dewan Pengawas RSSG, Tugiyono menambahkan rangkaian hari jadinya RSUD Gemolong ini sangat praktis dan strategis. Artinya, menggerakkan seluruh komponen yang ada untuk berkompetisi yang positif.

“Karena dampak efisiensi anggaran sehingga menumbuhkan kreativitas dari seluruh karyawan yang ada di sini untuk berkreasi, merasa memiliki rumah sakitnya. Sehingga nanti kalau ada kunjungan, atau pasien, atau masyarakat berkunjung ke sini Rumah Sakit Gemolong kelihatan cantik, estetik dan indah. Jadi yang hadir di sini merasa bahagia senang,” pungkasnya. (Miyos_Hendro)

Exit mobile version