Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni KurniantoKetua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto

PATI – Kilasfakta.com, Keberadaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Juwana, Kabupaten Pati, kembali menjadi sorotan. Hunian vertikal yang berada di bawah pengelolaan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Pati itu disebut masih jauh dari kondisi ideal sehingga belum mampu menarik minat masyarakat untuk tinggal di sana.

Data terbaru menunjukkan, dari total kapasitas yang mampu menampung sekitar 196 keluarga, saat ini baru dihuni oleh 53 Kepala Keluarga (KK). Rendahnya tingkat hunian tersebut dinilai tidak lepas dari kondisi fisik bangunan yang mengalami sejumlah kerusakan, terutama pada bagian atap yang bocor di berbagai titik.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, mengaku prihatin dengan kondisi Rusunawa Juwana yang semakin kurang diminati masyarakat. Menurutnya, pemerintah perlu menunjukkan komitmen dalam menjaga dan merawat fasilitas publik yang sudah dibangun menggunakan anggaran negara.

“Rusunawa itu memang pemerintah harus komitmen untuk merawat. Disana juga ada pembiayaan, kalau rusak parah kan repot, atapnya bocor semua,” ujar Joni, Jumat (15/5/2026).

Ia menilai, minimnya penghuni bukan semata karena masyarakat tidak membutuhkan hunian, melainkan lebih pada faktor kenyamanan dan keamanan bangunan. Kebocoran atap disebut menjadi salah satu persoalan utama yang membuat warga enggan menetap dalam jangka panjang.

Selain persoalan atap, kondisi bangunan yang kurang terawat juga dinilai dapat menurunkan kualitas lingkungan hunian. Padahal, Rusunawa Juwana sebelumnya diproyeksikan menjadi salah satu solusi untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan tempat tinggal layak dengan biaya terjangkau.

Meski demikian, DPRD Kabupaten Pati memastikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Joni menyebut, perbaikan rusunawa sudah masuk dalam rencana prioritas pembangunan daerah. Hanya saja, saat ini Pemkab Pati masih memfokuskan anggaran pada pembenahan infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

“Insyaallah ke depan kota fokus benahi. Kalau sekarang kan kita fokus di jalan,” tegasnya.

Menurutnya, apabila program perbaikan jalan sudah berjalan optimal dan target pembangunan infrastruktur dasar selesai pada 2027, maka perhatian pemerintah akan diarahkan pada revitalisasi Rusunawa Juwana agar lebih layak huni.

Rencana pembenahan tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan fasilitas pendukung lainnya. Dengan begitu, masyarakat kembali tertarik menempati rusunawa dan angka hunian dapat meningkat secara signifikan.

DPRD Kabupaten Pati juga mendorong Disperkim untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan, termasuk menghitung kebutuhan anggaran renovasi agar proses perbaikan nantinya berjalan maksimal dan tepat sasaran.

Ke depan, Rusunawa Juwana diharapkan mampu menjadi hunian yang nyaman dan aman bagi masyarakat, sekaligus mendukung penataan kawasan permukiman di Kabupaten Pati agar lebih tertib dan modern. (Adv)

Exit mobile version