, Ng

PEKALONGAN — Kilasfakta.com, Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan Program andalan Pemerintahan Presiden Prabowo yang seharusnya melayani pemenuhan gizi Siswa-siswi sekolah di seluruh Indonesia, belum lama ini di SMP Negeri 1 Buaran, Kelurahan Bligo, Kabupaten Pekalongan disinyalir, sudah dua kali tidak menerima jatah program MBG.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jatah pendistribusian MBG yang tidak diterima oleh sekolahan tersebut terjadi pada saat dua agenda sekolah, yakni kunjungan siswa-siswi ke Kajen Expo dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di lingkungan sekolah, dengan alasan tidak ada mata pelajaran.

Menurut keterangan dari salah satu guru SMPN 1 Buaran, Risgiano mengungkapkan, bahwa di sekolahan ini sudah dua kali tidak dikirim atau menerima jatah program MBG, pada acara Maulid Nabi di sekolah dan sebelumnya pada acara Kajen Expo hari jadi Kabupaten Pekalongan.

“Sudah dua kali jatah program MBG tidak dikirim ke sekolahan ini, pada acara Maulid Nabi dan sebelumnya pada acara Kajen Expo, padahal ada surat tugas dari sekolah. Ketika saya konfirmasi, pihak SPPG mengatakan, ‘itu kebijakan Nasional dan kegiatan tersebut bukan mata pelajaran’ itukan kebijakan sepihak,” ungkap Risgiano, pada Rabu (9/9/2026).

Kepala Sekolah SMPN 1 Buaran, Moh. Nurdiyanto ketika dikonfirmasi oleh awak media mengaku tidak mengetahui, kalau anak didiknya tidak menerima jatah program MBG dua kali dalam kegiatan tersebut berlangsung, dan tidak tahu mengenai penghentian sementara atau pembatalan distribusi MBG.

“Saya malah tidak tahu, sebagai Plt kadang di sekolah sini, kadang di sekolah sana. Sebenarnya tidak dikirim MBG boleh, asal ada permintaan resmi dari sekolah, kalau tidak ada permintaan, itu kebijakan sepihak,” ujar Nurdiyanto di Kantor sekolah, pada Jum’at (18/9/2026).

Sementara, perwakilan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pekalongan Simbang Kulon 3 Buaran, Yayasan Maju Surya Sejahtera, Ratna memberi penjelasan yang berbeda, mengenai alasan tidak dikirimnya program MBG tersebut.

Kabupaten Pekalongan
Foto : Kantor Badan Gizi Nasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Simbang Kulon 3 dari Yayasan Maju Surya Sejahtera Jl. Tanjung Pramuka Sobeng, Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah

“Iya, pada saat Kajen Expo dari sekolah minta tidak dikirim melalui surat resmi ke SPPG, acara Maulid Nabi juga iya tidak dikirim, tapi sebentar tak cek dulu ya,” tutup Ratna, sembari masuk ke Kantor, pada Jum’at (18/9/2026).

​Namun, ketika awak media meminta untuk menunjukkan bukti fisik surat resmi dari sekolah tersebut, Ratna tidak dapat memperlihatkan bukti dan berkilah, bahwa permohonan tersebut disampaikan hanya melalui pesan WhatsApp.

Dalam hal ini, ada dugaan manipulasi kebijakan dan kerugian Negara, bahwa SPPG Simbang Kulon 3 dengan sengaja mengeluarkan kebijakan sepihak dengan tidak mengantar jatah program MBG ke SMP Negeri 1 Buaran, Kabupaten Pekalongan.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan resmi dari pihak pengelola SPPG Simbang Kulon 3 mengenai prosedur pembatalan distribusi serta koordinasi teknis antara pihak sekolah dan penyelenggara SPPG. (Kf)