Ilustrasi ASN Sedang Mengikuti UpacaraIlustrasi ASN Sedang Mengikuti Upacara

GRESIK – Kilasfakta.com, Kasus dugaan penipuan berkedok rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Gresik mulai menunjukkan indikasi lebih besar dari sekadar aksi individu. Aparat kepolisian kini mendalami kemungkinan adanya jaringan terorganisir di balik praktik yang telah menjerat puluhan korban tersebut.

Kapolres Gresik, AKBP Ramadhan Nasution, mengungkapkan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri pola perekrutan, aliran dana, hingga pihak-pihak yang diduga berperan sebagai penghubung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Gresik terkait dugaan penipuan dengan modus penerimaan PNS,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah data awal telah berhasil dikumpulkan dan kini tengah dianalisis untuk memperkuat konstruksi perkara. Polisi belum membuka secara rinci hasil temuan tersebut karena masih dalam tahap pendalaman.

“Kami sudah mendapatkan beberapa data dan saat ini masih dalam tahap pendalaman,” imbuhnya.

Kasus ini terungkap setelah seorang perempuan berinisial SE datang ke kantor pemerintahan dengan mengenakan atribut ASN dan membawa surat keputusan (SK) pengangkatan PNS tahun 2024. Namun, setelah diverifikasi, dokumen tersebut dipastikan tidak sah.

Dari temuan tersebut, polisi menduga praktik penipuan ini telah berlangsung cukup lama dan melibatkan lebih dari satu pelaku. Dugaan ini diperkuat dengan jumlah korban yang tidak sedikit.

Penyidik kini juga membuka kemungkinan adanya modus sistematis, termasuk penggunaan dokumen palsu yang dirancang menyerupai dokumen resmi pemerintah.

Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak tergiur dengan tawaran menjadi PNS melalui jalur tidak resmi.

“Jika ada masyarakat yang menjadi korban, silakan melapor ke Polres Gresik atau melalui kanal resmi,” tegasnya. (Red)