PATI — Kilasfakta.com, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Mayjen TNI (Purn.) Trenggono, menyambangi para siswa korban keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah rumah sakit di Kabupaten Pati, Kamis sore (10/9/2026). Kunjungan tersebut didampingi Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dengan lokasi utama peninjauan di Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati.
Insiden ini bermula dari menu MBG yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1 dan berdampak pada siswa di tiga sekolah, yakni SMPN 1 Gembong, MTsN 3 Pati, dan MTs Mambaul Ulum Bermi. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pati per pukul 13.00 WIB mencatat total korban bergejala mencapai 269 orang, dengan 59 pasien menjalani rawat inap di RSUD RAA Soewondo, RS KSH, RS Mitra Bangsa, dan RS Fastabiq Sehat, sementara 154 lainnya menjalani rawat jalan.
Usai meninjau langsung kondisi pasien di lapangan, Trenggono menyatakan seluruh korban berada dalam penanganan optimal dan menunjukkan perkembangan positif. “Dengan adanya kejadian fatal keracunan makanan ini, saya bersama Bapak Plt Bupati langsung menjenguk dan melihat dari dekat. Sampai sore hari ini masih ada pasien yang dirawat dan semuanya sudah dalam kondisi segera pulih, tidak ada yang mengkhawatirkan,” katanya di lobi KSH Pati.
Ia menegaskan, seluruh biaya pengobatan para korban akan ditanggung penuh oleh BGN berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pati, sehingga pihak keluarga tidak perlu khawatir soal pembiayaan selama proses perawatan berlangsung.
Terkait dugaan pelanggaran SOP dalam pengolahan dan distribusi makanan, BGN langsung menjatuhkan sanksi tegas berupa pembekuan operasional terhadap SPPG Gembong 1. “Suspend ringan itu 10 hari, suspend sedang 20 hari, dan suspend berat 30 hari. Karena korbannya di atas 100 orang, ini sudah pasti masuk kategori berat. Apabila hasil evaluasi menunjukkan fasilitas dan kelayakan dapurnya memang buruk, langsung kami suspend permanen,” ujar Trenggono.
Sementara itu, Plt Bupati Pati telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) atas kasus ini agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, sekaligus menyiapkan audit menyeluruh terhadap 172 dapur SPPG yang beroperasi di wilayah Kabupaten Pati. (RED)
