REMBANG-Kilasfakta.com, Kamis (12/11/2020) Gedung DPRD Kabupaten Rembang kembali di datangi warga terdampak limbah bersama didampingi Koalisi KAWALI Indonesia Lestari, LSM LP3I, LSM BPPI dan LeSPem

Puluhan warga terdampak limbah jatisari sebelumnya melakukan orasi kekesalannya terhadap limbah yang sudah berbulan bulan menggunung di Desa Jatisari, kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang pasalnya hingga dilakukannya Audensi Limbah tersebut belum juga mendapat penanganan yang serius dari para stakeholder dan pemilik limbah tersebut juga belum diketahui

Audensi yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Rembang Ridwan, S.H., M.H tersebut dihadiri puluhan warga terdampak yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Rembang (FMPLR), LSM LP3I, LSM BPPI, Kolaisi KAWALI Indonesia Lestari Provinsi Jawa Tengah serta dari OPD diantarannya UPP Kelas III Rembang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang, Polres Rembang, Kejaksaan Negeri Rembang, Bidang Ekonomi Pemerintah Kabupaten Rembang, dan Dinas Perijinan Kabupaten Rembang.

“Audensi kedua lebih kearah mendengarkan perkembangan dari penulusuran rekan rekan OPD agar masyarakat dapat mendengar langsung dengan difasilitasi DPRD Kabupaten Rembang” ujar Ridwan, SH., MH yang memimpin rapat audensi

Audensi diawali diawali dari pemaparan Ketua Forum Masayarakat Peduli Lingkungan Rembang (FMPLR) Buma Subkhan “Gara gara adanya limbah di jatisari dan beberapa desa lainnya warga sekarang sudah mulai menjerit karena pertanian mereka yang mati seperti Pohon cengkeh yang mengering sehingga sudah tidak bisa dipanen, tanaman bawang yang mati bahkan ternak ternak mereka juga terkena imbas dari adanya limbah tersebut” ungkap Buma selaku ketua FMPLR

“Warga datang kesini lagi karena ingin mengadu kepada wakil rakyatnya bahwa dari audensi yang pertama hingga dilakukannya audensi kedua warga belum juga merasakan efek apa apa justru dengan tidak adanya tindakan serius dari para stakeholder warga sekarang semakin susah” lanjutnya

“kami butuh penanganan yang serius terhadap limbah limbah tersebut bukan lagi janji janji saja, masa iya puluhan ribu ton sampai tidak bisa diketahui pemiliknya, rakyat butuh kejelasan, rakyatmu sekarang sedang sengsara karena ulah pengusaha nakal yang membuang limbah sembarangan” pungkasnya

Pewarta: purbledek’s/ma

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *