PATI — Kilasfakta.com, Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Warsiti, memberikan apresiasi atas capaian hasil ubinan padi yang dilakukan di Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo beberapa waktu lalu. Pasalnya, hasil ubinan yang dilakukan oleh Penyuluh Pertanian BPP Tambakromo bersama Kelompok Tani “Bangun Tani” menunjukkan angka yang sangat memuaskan, yakni mencapai 10,4 ton per hektare.

Kegiatan ubinan dilakukan di lahan sawah milik Suwarno, salah satu petani aktif di desa tersebut. Dari ubinan yang menghasilkan 6,53 kilogram gabah per ubin, setelah dikonversi ke satuan hektare, didapatkan hasil panen setara 10,4 ton per hektare. Angka ini dinilai sangat tinggi dan menjadi bukti kemajuan dalam sektor pertanian di wilayah Tambakromo.

Menanggapi capaian tersebut, Warsiti menyampaikan rasa bangga dan dukungannya terhadap para petani dan penyuluh lapangan yang terus berinovasi dan bekerja keras dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Ini adalah prestasi yang luar biasa. Saya mengapresiasi kerja keras petani kita dan para penyuluh dari BPP Tambakromo. Ini menunjukkan bahwa jika didukung dengan teknologi tepat guna, pola tanam yang baik, dan semangat kerja keras, hasil maksimal bisa kita capai,” ujar Warsiti.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Tambakromo, Warsiti juga berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan petani, khususnya dalam hal penyediaan sarana produksi pertanian, pendampingan teknis, serta akses pasar hasil pertanian.

Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Tambakromo untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian mereka.

“Semua ini sebanding dengan himbauan Bupati Pati untuk program 10 Ton Bisa sekaligus mewujudkan swasembada pangan. Semoga hasil ubinan ini bisa menjadi pemicu semangat bagi seluruh petani di Tambakromo. Kita ingin pertanian kita semakin maju dan mandiri,” tambahnya.

Pihak BPP Tambakromo sendiri juga menyatakan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari peran aktif kelompok tani dan kolaborasi yang baik antara petani dan penyuluh. Ke depan, pola ini akan terus diperkuat agar hasil serupa bisa tercapai di wilayah lainnya. (KF)