GROBOGAN – Kilasfakta.com, Untuk menunjang keterampilan seseorang diperlukan pembinaan kemandirian dan pelatihan.

Pelatihan kemandirian berupa keterampilan tata boga sangat diperlukan agar ekonomi kreatif berbasis masyarakat tercapai dengan baik.

Hal ini dilakukan Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama Balai Latihan Kerja Kabupaten Grobogan Selasa (9/8/2022) bertempat di Aula Lapas.

Kemitraan ini dilakukan agar warga binaan pemasyarakatan ketika bebas dari hukuman, akan kembali ke masyarakat dan bisa mengembangkan ilmu keterampilan serta kemandirian secara baik, tegas Kalapas saat membuka kegiatan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut Kalapas Soebiyakto didampingi pejabat struktural dilingkungan lapas, diantaranya Mustofa selaku Kepala Seksi Pembinaan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja, Heri Dwi Santoso selaku Kepala Seksi Keamanan dan Ketertiban.

Adapun dari BLK Kabupaten Grobogan dihadiri langsung oleh Widodo selaku Kepala, dan didampingi beberapa staf selaku pendamping dalam kegiatan pembinaan kemandirian dan pelatihan tata boga kepada warga binaan.

Sebelum dimulai praktek pelatihan tata boga kepada WBP, Widodo selaku Kepala BLK menyampaikan, Kami akan berikan ilmu kepada warga binaan disini, tentu dalam pelaksanaan pelatihan dan kemandirian akan didampingi dari petugas kami, ungkap Widodo dalam menyampaikan paparannya. Kegiatan pelatihan dibagi menjadi 4 kelompok, dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 orang WBP.

Dihari pertama dipilih 20 WBP yang diikutkan dalam pelaksanaan pelatihan, terdiri dari 12 WBP laki-laki dan 8 WBP wanita. Untuk hari pertama, dilaksanakan pembuatan batik roll cake, dan tiap kelompok membuat dua roll cake.

Dalam pelaksanaannya, bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat batik roll cake diantaranya ; gula pasir, telur, ovalet, tepung kunci biru, maizena, susu cair, tepung segitiga biru, baking powder, minyak goreng, dan selai strawberry. Dengan bahan-bahan tersebut, akan dihasilkan 10 buah batik roll cake.

Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Hal ini merupakan langkah awal yang dilakukan oleh Lapas Kelas IIB Purwodadi bersama BLK Kabupaten Grobogan untuk memberikan edukasi tentang keterampilan tata boga terhadap warga binaan.

Dikesempatan yang sama, Mustofa selaku Kasi Binadik dan Giatja mengatakan, kegiatan yang baik ini ke depan akan selalu dilaksanakan dan dikembangkan, agar warga binaan pemasyarakatan memperoleh ilmu yang bermanfaat di dalam lapas saat menjalani masa hukuman.

Tujuan lain yaitu WBP yang mendapat pelatihan dan pembinaan bisa mengembangkan wirausaha saat bebas dan kembali ke masyarakat nantinya.

Disisi lain, sesuai INPRES RI Nomor 6 Tahun 2009 tentang Ekonomi Kreatif disebutkan Masyarakat diberikan ruang yang luas guna pengembangan kemandirian berbasis ekonomi kerakyatan.

“Ekonomi Kreatif merupakan salah satu aspek yang diperlukan guna capaian Ekonomi Rakyat secara masif dan terukur”.

Sedangkan keterampilan tata boga merupakan ilmu pengetahuan mengenai seni mengolah makanan, dari persiapan, pengolahan, hingga cara menghidangkan makanan.

Disela-sela kegiatan berlangsung, pegawai lapas turut mendampingi WBP yang sedang mengikuti praktek pelatihan kemandirian dengan serius.

Untuk kegiatan hari kedua, dijadwalkan akan diberikan metode pembuatan donuts kepada warga binaan, dan menurut rencana dihari kedua akan dihasilkan 50 donuts dengan ketersediaan bahan yang sudah dipersiapkan. (AL.1- Lapas Pwdd)

Terima kasih atas tanggapannya

%d blogger menyukai ini: