Para petani yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Perhutanan Sosial (AMPS)Para petani yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Perhutanan Sosial (AMPS)

PATI – Kilasfakta.com, Ratusan petani di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, meluapkan kekecewaan mereka dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan), Kamis (9/4/2026). Aksi ini dipicu oleh sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi yang dinilai semakin langka dan tidak merata.

Para petani yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Perhutanan Sosial (AMPS) datang secara berkelompok menggunakan sejumlah truk sejak sekitar pukul 11.00 WIB. Setibanya di lokasi, mereka langsung memasuki halaman kantor dinas sambil membawa berbagai poster dan baliho bernada protes.

Tulisan-tulisan dalam aksi tersebut cukup menyentil, seperti “Lebih Mudah Cari LC daripada Cari Pupuk Bersubsidi” hingga “Pemerintah Bilang Kerja, Tapi Pupuk Langka”. Ungkapan itu menggambarkan betapa sulitnya petani memperoleh pupuk yang menjadi kebutuhan utama mereka.

Dalam aksi tersebut, petani juga melakukan audiensi dengan Kepala Dispertan Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, bersama jajaran dinas. Namun, dalam forum tersebut, para petani menyampaikan keluhan secara langsung dengan nada tegas.

Salah satu perwakilan petani hutan, Saman, menegaskan bahwa mereka tidak menuntut hal yang berlebihan.

“Kami petani hutan tidak minta muluk-muluk. Kami hanya ingin jatah pupuk sesuai kebutuhan kami,” tegas Saman.

Ia mengaku selama ini petani perhutanan sosial hanya menerima sekitar 20 persen dari kebutuhan pupuk bersubsidi. Kondisi tersebut membuat produktivitas pertanian menurun dan berdampak pada hasil panen.

Lebih lanjut, Saman juga mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam memperhatikan nasib petani.

“Sudah bertahun-tahun kami dibiarkan. Kalian pikir tidak, petani tidak bisa memupuk?” ujarnya.

Petani bahkan mengancam akan bertahan di lokasi hingga tuntutan mereka dipenuhi. Aksi ini menjadi sinyal keras bagi pemerintah daerah agar segera mencari solusi konkret atas persoalan pupuk bersubsidi yang terus berulang setiap tahun. (Adv)