Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni KurniantoKetua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto

PATI – Kilasfakta.com, Rencana Pemerintah Kabupaten Pati untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui skema pinjaman daerah akhirnya mulai menemui titik terang. Namun, dana yang disetujui pemerintah pusat ternyata tidak sesuai dengan nilai pengajuan awal. Dari usulan pinjaman sebesar Rp90 miliar, hanya Rp67 miliar yang mendapat persetujuan dan bisa dicairkan melalui Bank Jateng.

Kondisi tersebut membuat DPRD Kabupaten Pati meminta pemerintah daerah lebih cermat menentukan prioritas pembangunan jalan. Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menegaskan bahwa penggunaan dana pinjaman harus benar-benar difokuskan pada ruas jalan yang tingkat kerusakannya paling parah dan berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat.

Menurut Joni, keterbatasan anggaran tidak boleh membuat program perbaikan jalan dilakukan tanpa perhitungan matang. Ia mengingatkan agar pemerintah daerah tidak membagi anggaran secara merata, melainkan berdasarkan kebutuhan mendesak di lapangan.

“Kita kemarin juga menanyakan tentang ada anggaran yang kita utang ke Bank Jateng, tetapi yang disetujui Kemendagri cuma Rp67 miliar,” ujar Joni.

Ia menambahkan, selain mengandalkan pinjaman daerah, Pemkab Pati juga tetap mengalokasikan anggaran dari APBD murni untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan. Kombinasi dua sumber anggaran tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan jalan rusak yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat.

Dalam rapat koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, DPRD juga menanyakan jadwal pelaksanaan proyek. Dari hasil pembahasan tersebut, pekerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada akhir Mei 2026.

“Kita menanyakan tentang proyek-proyek yang 2026 ini, kita menanyakan kapan. Sudah dijawab nanti akhir bulan Mei ini sudah mulai berjalan,” terang Joni.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Kabupaten Pati, Hasto Utomo, mengatakan bahwa saat ini proses pembangunan masih berada pada tahap administrasi dan persiapan teknis. Meski demikian, pihaknya optimistis pekerjaan fisik segera dimulai dalam waktu dekat.

“Perkiraan dua minggu lagi rencana sudah bisa pelaksanaan,” kata Hasto.

Pada tahap awal, terdapat beberapa ruas jalan yang menjadi prioritas perbaikan, di antaranya Jalan Boloagung–Trimulyo, Jalan Munadi menuju SMP Negeri 6 Pati, ruas Tlogowungu–Bapoh, Tlogowungu–Sitiluhur, serta Jalan Kawedanan Kayen Sumbersari–Sering.

Hasto menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan bukan hanya soal memperbaiki kerusakan fisik semata, tetapi juga berkaitan erat dengan kelancaran ekonomi masyarakat. Menurutnya, akses jalan yang baik akan mempermudah distribusi hasil pertanian, mendukung aktivitas pendidikan, hingga meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Kami berupaya agar pekerjaan bisa segera berjalan sehingga manfaatnya cepat dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Dengan anggaran yang terbatas, masyarakat kini berharap proyek perbaikan benar-benar menyentuh kebutuhan paling mendesak dan tidak sekadar menjadi proyek rutin tahunan. (Adv)