Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, SumarnoSekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno

SURAKARTA – Kilasfakta.com, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno kembali menekankan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), dan Satuan Pemadam Kebakaran (Damkar), agar memberikan pelayanan kepada masyarakat mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.

Hal itu disampaikan saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Gelar Pasukan dalam rangka HUT ke-76 Satpol PP, HUT ke-64 Satlinmas dan HUT ke-107 Damkar tingkat Provinsi Jawa Tengah 2026 di Stadion Sriwedari Kota Surakarta, Selasa (12/5/2026).

Dia berharap, momentum hari ulang tahun itu dapat meningkatkan tanggung jawab dan profesionalitas dalam bekerja.

“Harapannya, ke depan lebih baik lagi. Tentu saja kolaborasi dengan semua pihak penting untuk dilakukan,” kata sekda.

Sumarno juga meminta kepada pemerintah kabupaten/ kota, agar menekankan jaminan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat sebagai prioritas utama. Sebab, hanya dengan daerah yang aman, tertib dan kondusif, pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Sumarno juga menyampaikan lima hal strategis yang harus menjadi perhatian, seiring dinamika yang terus berkembang.

Pertama, kata dia, transformasi citra dan pendekatan humanis. Satpol PP harus mengedepankan pendekatan yang persuasif, edukatif, dan humanis, dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda). Sehingga, hadir sebagai pelayan masyarakat yang mengutamakan dialog, pembinaan, dan keteladanan. Implementasi Permendagri Nomor 16 tahun 2023 tentang kode etik Satpol PP juga harus diperkuat, guna menjaga profesionalisme dan kepercayaan publik.

“Kepada Satpol PP, kedepankan pendekatan dialogis dan humanis dalam penegakan perda,” bebernya.

Kedua, penguatan peran Satpol PP, Satlitmas, dan Damkar, dalam menjaga stabilitas daerah. Ketiga, lanjutnya, penguatan manajemen risiko bencana dan kebakaran. Tantangan perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta meningkatnya potensi kebakaran menuntut kesiapsiagaan yang lebih baik.

Dikatakan Sumarno, jumlah personel Damkar di Jawa Tengah baru mencapai mencapai 2.526 personel. Sementara kebutuhan ideal mencapai 11.020 personel, atau sekitar 1 banding 3.500 penduduk.

“Kondisi ini perlu menjadi pertimbangan bersama, agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.

Keempat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, agar pelayanan publik semakin profesional, adaptif, dan terpercaya. Kelima, penguatan peran masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat, dalam menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

Sumarno juga meminta kepada Satlinmas agar terus memperkuat peran sebagai garda depan dalam deteksi dini gangguan keamanan pendukung kegiatan masyarakat. Serta menjadi unsur utama dalam menyelesaikan masalah sosial di desa atau kelurahan.

Kepada jajaran Damkar, Sumarno meminta modernisasi armada, peralatan, dan alat perlindungan diri harus menjadi prioritas. Agar penanganan kebakaran dan penyelamatan berjalan dengan lebih cepat, aman, dan efektif, sekaligus memperluas layanan penyelamatan dan kedaruratan bagi masyarakat.

Sumarno juga menyaksikan lomba defile pasukan yang diikuti oleh 30 pasukan dari kabupaten/kota di Jawa Tengah. Pasukan Kota Semarang meraih juara I, diikuti Kota Surakarta, dan Kota Salatiga. Sumarno juga mengecek pelayanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang berlangsung selama dilaksanakan Gelar Pasukan. Bahkan, dia juga melakukan donor darah di tempat yang sama.

(Hms.Jtg)