Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Hj. Muntamah, MM, M.PdAnggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Hj. Muntamah, MM, M.Pd

PATI – Kilasfakta.com, – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Hj. Muntamah, MM, M.Pd mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Pati terkait turunnya angka kemiskinan pada tahun 2026 ini. Berdasarkan data yang disampaikan Kepala Bapperida Kabupaten Pati, Dr. Muhtar, angka kemiskinan di Kabupaten Pati mengalami penurunan dari 0,61 persen menjadi 0,34 persen dan menempatkan Kabupaten Pati sebagai daerah dengan penurunan angka kemiskinan terkecil ketiga di Jawa Tengah.

Menurut Muntamah, capaian tersebut patut diapresiasi karena menunjukkan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, DPRD, serta berbagai pihak dalam mendorong program kesejahteraan masyarakat. “Kami mengapresiasi capaian tersebut karena menunjukkan adanya progres positif dalam upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pati,” ujarnya.

Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai penurunan angka kemiskinan tidak terlepas dari berbagai program pemerintah daerah yang selama ini menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor infrastruktur, pemberdayaan ekonomi, bantuan sosial, hingga peningkatan pelayanan publik.

Meski demikian, Aktivis perempuan dari Pati Utara ini mengingatkan agar pemerintah daerah tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian, terutama di wilayah pedesaan dan sektor masyarakat berpenghasilan rendah. “Capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus bekerja lebih maksimal. Program pengentasan kemiskinan harus terus dilanjutkan dan diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Ia juga mendorong agar program-program pembangunan daerah tetap difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, Muntamah berharap seluruh OPD dapat terus meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi program agar penanganan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. “Keberhasilan menekan angka kemiskinan bukan hanya soal data statistik, tetapi juga bagaimana masyarakat benar-benar merasakan peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan secara nyata di tengah kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Adv)