Kota PekalonganHujan Deras Hancurkan Pengecoran Lapangan Sekolah

PEKALONGAN – Kilasfakta.com, Proyek pembangunan Rehabilitasi Lapangan Olah Raga SMP Negeri 8 Pekalongan, dengan sub kegiatan – Rehabilitasi sedang/berat, sarana dan prasarana Sekolah-sekolah yang anggarannya melalui Dinas Pendidikan kota Pekalongan Tahun 2024, dengan pelaksana CV. Keisha Adi Cipta, yang biayanya cukup fantastis hingga ratusan juta, dinilai tak sesuai dan sangat mengecewakan.

Proyek rehabilitasi Lapangan Olah Raga yang menelan anggaran kurang lebih Rp. 158.000.000,00 (Seratus Lima Puluh Delapan juta Rupiah) diduga rusak, yang dikarenakan pada saat pengecoran hujan turun dan tidak ditutup dengan plastik. Karena kurangnya kontrol pengawasan yang berwenang, akibatnya rehabilitasi Lapangan Olah Raga rusak tidak sesuai harapan.

Heri selaku pemilik CV. Keisha Adi Cipta, saat dikonfirmasi awak media melalui Chat WA mengakui,” Memang pada saat pengecoran turun hujan,” ujarnya.

Dalam hal ini, ternyata CV. Kaesha Adi Cipta dipinjam oleh seorang yang bernama Rohimin, pelaksana proyek rehabilitasi Lapangan Olah raga SMPN 8, karena pada saat itu juga awak media konfirmasi melalui komunikasi WA dengan Rohimin, pada Sabtu (7/12/2924). Ia mengatakan,” Ya memang pas pengecoran hujan deras, jadi yang ditutup plastikpun rusak, yang tidak ditutup juga rusak, jadi yang rusak itu kalau di aci malah jadi, dan yang halus kalau di aci malah Ndak jadi,” katanya.

Lebih lanjut Rohimin mengungkapkan,” Terkait ketebalan Redymix kurang lebih 7 cm, pengurukan 30 cm memakai pasir dan batu (Sirtu) spec A langsung dari Sungai yang dikirim dari daerah Kesesi dan Karanganyar. Untuk proyek pembangunan ini masih ada sisa waktu 2 Minggu lagi, dan CV. Kaesha Adi Cipta memang milik Pak Heri, ya tak pinjam, saya yang melaksanakan,” ungkap Rohimin.

Pada kesempatan yang sama, awak media menanyakan konsultan pengawas yang tidak ada di tempat, kepada salah satu pekerja proyek. Ia menjawab,” Konsultanya dari Semarang, dia tidak tentu di sini, kadang dia datang kadang ya tidak datang,” tutupnya..

Nadi, salah satu wali murid SMPN 8 yang kebetulan mengantar anaknya sekolah mengungkapkan,” Saya mencoba melihat keadaan cor di lapangan, yang terlihat mentah dan tidak tertutup plastik, dan saya juga merasa khawatir bila pengerjaan proyek tersebut terkesan asal-asalan seperti pada tahun yang lalu, adanya anggaran pembangunan DAK di SMP Sini, kemudian paving yang ada di pintu masuk gerbang samping Sekolah, itu terlihat rusak, yang di duga buat lewat armada Redymix dan truk bermuatan Sirtu. Apakah nantinya akan di perbaiki oleh kontraktornya atau di tinggal begitu saja, rasa khawatir tersebut ada di diri saya, kalau di tinggal saja tanpa di perbaiki, maka dari pihak sekolah yang akan dirugikan,” ungkap Nadi. (Kf)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version