Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, HardiWakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Hardi

PATI – Kilasfakta.com – Musim penghujan tahun ini, daerah Pati selatan sering dilanda banjir. Jika curah hujan tinggi dan sampai berjam-jam, banjir menggenang di sejumlah lokasi, seperti Goda, Sinomwidodo dan sekitarnya. Kejadian banjir yang sering terjadi di lereng Pegunungan Kendeng, disinyalir merupakan dampak dari gundulnya hutan di kawasan tersebut.

Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Hardi mendorong agar diakukan upaya pengembalian fungsi hutan. “Kawasan lereng gunung Kendeng saat ini dalam kondisi gundul, dan perlu dilakukan penanaman dengan tanaman pohon keras biar dapat berfungsi sebagai resapan air saat terjadi hujan,” ujar Hardi.

Menurut Hardi, Pemerintah Kabupaten Pati perlu malakukan gerakan penanaman kembali di lokasi lereng gunung Kendeng. Hal itu sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

Politisi Partai Gerindra ini mengajak kepada masyarakat untuk mendukung upaya pengembalian fungsi hutan di lereng Kendeng, dengan menanam pohon keras. Hardi mengatakan, gerakan reboisasi ini butuh kesadaran bersama-sama, karena jika terjadi banjir, maka dampak yang ditimbulkan juga masyarakat umum di sekitar lokasi.

Lebih lanjut, Hardi berharap, tahun ini tidak terjadi banjir seperti pada tahun 2023 kemarin, dimana Kabupaten Pati sampai dinyatakan sebagai daerah atau kabupaten darurat banjir. “Harapan kami, mumpung cuaca masih ada hujan, maka momen ini tepat untuk dilakukan penanaman pohon. Dan agar mempunyai fungsi ganda, maka yang ditanam adalah bibit tanaman buah pohon keras. Selain buahnya dapat dikonsumsi, tanaman pohon keras juga berfungsi sebagai resapan air hujan sebagai penanggulangan banjir,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version