PATI – Kilasfakta.com, Upaya pelestarian benda bersejarah di Kabupaten Pati terus didorong oleh DPRD Kabupaten Pati. Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Narso, menilai digitalisasi naskah kuno menjadi langkah penting untuk menjaga warisan sejarah agar tidak rusak atau hilang.
Menurutnya, naskah kuno memiliki kondisi fisik yang rentan terhadap kerusakan. Oleh karena itu, proses digitalisasi menjadi solusi efektif untuk menjaga isi dan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
“Kalau dulu naskah kuno kalau disentuh rusak, tetapi kalau sudah dalam bentuk digital menjadi lebih mudah dipelajari dan disimpan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Pati sebenarnya memiliki banyak naskah kuno, namun belum semuanya terdokumentasi dengan baik. Saat ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Pati baru mengoleksi 12 naskah kuno, yang sebagian besar berasal dari lingkungan pondok pesantren.
Dari jumlah tersebut, tujuh naskah telah berhasil dialihmediakan ke dalam format digital. Sementara lima naskah lainnya masih dalam proses dan diharapkan segera menyusul.
Narso menilai, digitalisasi tidak hanya berfungsi sebagai upaya pelestarian, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mempelajari sejarah daerah.
“Dengan format digital, masyarakat bisa mempelajari sejarah kapan saja dan di mana saja,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi untuk menjangkau generasi muda yang lebih akrab dengan dunia digital. Dengan demikian, sejarah lokal dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik.
“Itu bagus supaya tidak kepaten obor, jadi masyarakat tetap tahu sejarah Pati,” tegasnya.
DPRD Kabupaten Pati berharap digitalisasi naskah kuno dapat terus dikembangkan agar warisan sejarah tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. (Adv)

