Ali Badrudin, Ketua DPRD Kabupaten PatiAli Badrudin, Ketua DPRD Kabupaten Pati

PATI – Kilasfakta.com, – Satu bulan setelah momentum lebaran idul fitri adalah bulan Dzulqa’dah atau bulan Apit. Di Jawa Tengah, bulan Apit sering digunakan untuk melaksanakan tradisi sedekah bumi atau bersih desa. Sedekah bumi atau bersih desa merupakan tradisi adat Jawa turun-temurun berupa slametan atau ritual syukur atas hasil panen dan yang yang diselenggarakan di tingkat desa.

Banyak kegiatam yang dilakukan oleh pemerintrah desa bersama dengan semua lembaga desa yang ada di dalam menggelar acara bersih desa. Mulai dari doa bersama sampai dengan kegiatan-kegiatan keagamaan lainnya, serta dilakukan pegelaran kesenian, karnaval dan lain sebagainya.

Di Kabupaten Pati, saat ini, sedekah bumi atau bersih desa sedang digelar di hampir setiap desa. Kegiatan yang sudah menjadi tradisi secara turun menurun ini, melibatkan hampir seluruh komponen masyarakat, sekaligus menjadi ajang hiburan bagi masyarakat.

Terkait dengan maraknya kegiatan bersih desa, Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin berharap, momentum kegiatan sedekah bumi tersebut dapat dijadikan ajang untuk meluapkan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas keberkahan hasil pertanian atau hasil bumi yang selama ini dapat dinikmati mayasrakat.

Menurutnya, acara sedekah bumi juga diharapkan menjadi ajang untuk melestarikan budaya. Karena, hampir di setiap desa yang menggelar acara bersih desa, selalu dilakukan pagelaran kesenian, mulai ketoprak, wayang, barongan, dan lain sebagainya.

“Sedekah bumi ini juga mencerminkan pelestarian kearifan lokal yang kuat yang terus kita pertahankan sebagai bagian dari identitas masyarakat desa masing-masing,” pungkasnya, saat dimintai tanggapan terkait banyaknya desa yang sedang menggelar acara bersih desa. (Adv)

Exit mobile version