REMBANG – Kilasfakta.com, Berkebun dan bertani tak sekadar aktivitas yang bersentuhan dengan alam. Berkebun memberikan lebih dari itu. Berkebun memberi makanan pada jiwa. Berkebun memberikan energi.

Dengan berkebun, jiwa menjadi tenang, suasana hati juga bisa membaik, pikiran pun bisa menjadi lebih segar. Dengan berkebun, kamu juga seperti diajar untuk menyelami kehidupan. Kamu belajar banyak hal tentang kehidupan.

Bagaimana kamu menanam, merawat setiap saat, mencermati pertumbuhan tanaman yang kamu tanam, menanti dengan kesabaran dan berpengharapan, hingga akhirnya karya berkebunmu mulai menampakkan hasilnya, dengan bunga-bunga bermekaran atau berbuah menggiurkan.

Tak peduli di mana kamu melakukan aktivitas itu. Berkebun dan bertani bisa dilakukan di kebun yang luas atau hanya kebun dalam lahan kecil di depan atau belakang rumah.

Upaya memberikan spirit bertani dan berkebun kepada anak anak yatim dan masyarakat desa Wiroto Kecamatan Kaliori Yayasan Aswirusani An-Naba pada hari Jumat, 09-04-21 bertempat di Aula kantor desa Wiroto, Kec. Kaliori, Kab. Rembang, sebelum melakukan kegiatan do’a bersama dan santunan yatim, terlebih dahulu dilaksanakan pelatihan dan bimbingan metode budidaya ketela rambat model baru dengan system vertikal (tingkat) yang ditanam dengan media sak//karung bekas dan penyuluhan kesehatan serta prospek budidaya serai merah.

Sasaran bimbingan dan pelatihan bertani model vertikal dalam sak ini adalah para santri dan anak-anak yatim An-Naba dan wali-wali yatim binaan Yayasan Aswirusani serta masyarakat desa Wiroto, di harapkan dengan adanya kegiatan pelatiahan ini, anak-anak yatim dan juga masyarakat akan memiliki ilmu dan bekal untuk hidup lebih mandiri terutama saat sudah menginjak usia dewasa dan telah berumah tangga. Selain itu, diharapakan masyarakat desa Wiroto dapat memilih komoditas bertani yang memiliki manfaat dan nilai eknomi lebih tinggi.

Hadir dalam kegiatan penyuluhan bertani dan doa bersama camat Kaliori yang di wakili Bambang Susetyo selaku Kasi Pemberdayaan Masyarakat, dokter Luluk Zulfa Agustina Pemateri penyuluhan kesehatan, Suryo Kusmin Pembina yayasan, Kepala desa Wiroto Yusuf Alis dan dari polres Rembang Bripka Muji Sutrisna, seluruh perangkat desa Wiroto serta anak anak yatim dan wali yatim.

Kepala desa Wiroto memberikan support dan berterimaksih dengan adanya kegiatan bakti sosial yang diadakan di desa di desanya, selain itu camat Kaliori juga memberikan apresiasi dengan adanya acara doa bersama ini “Saya merasa bersyukur dan bangga dengan adanya kegiatan peduli sosial ini,, saya berharap kedepan anak anak yatim bisa menjadi generasi penerus, dan kegiatan seperti ini bukan hanya di desa Wiroto, namun juga bisa dilaksanakan di desa-desa lainya”, terang Bambang dalam sambutanya.

Dalam kegiatan bakti sosial dan penyuluhan kesehatan ini Bripka Sutrisna memberikan support terhadap Aswirusani “Saya selalu mendukung kegiatan Aswirusani, dan kapanpun bila membutuhkan kami untuk kegiatan bimbingan masyarakat kami siap untuk di undang dan tidak usah mengeluarkan biaya, bahkan snacknya dari kami yang memberi” tegas Trisna saat memberikan sambutan.

Adapun materi pendidikan dan pelatihan budidaya ketela rambat model tanam vertikal dalam sak secara detail diuaraikan oleh Taufiq sebagai berikut.

Ubi Jalar atau Ketela Rambat adalah salah satu jenis tanaman umbi yang kaya akan karbohidrat.

Banyak orang mencoba membudidayakan ubi jalar baik itu menanamnya di pekarangan rumah ataupun kebun atau ladang, namun selain ditanam ke lahan tanam langsung, ubi jalar dapat ditanam di pot, karung bekas atau wadah lainnya.

Berikut adalah cara menanam ubi jalar dalam pot, polybag atau karung bekas:

Persiapan Bibit Ubi Jalar

Ubi jalar yang akan digunakan sebagai bibit adalah ubi jalar yang sudah matang, cukup tua dan sehat. Jika sudah siap, selanjutnya batang pohon umbi jalar di potong sekitar tiga mata tunas atau sekitar 10 sampai dengan 15 cm.

Penanaman Bibit Ubi Jalar

Siapkan media tanam terlebih dahulu berupa campuran tanah halus dan pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 2 : 1.1 Jika media tanam telah siap, masukkan media tanam tersebut ke dalam karung hingga karung terisi penuh. Selanjutnya buatlah lubang di tengah media tanam dengan ukuran sekitar 5 cm x 5 cm x 10 cm.

Jika sudah siap semua, selanjutya lakukan penanaman bibit ubi jalar ke dalam lubang tanam yang telah dibuat.

Perawatan Tanaman Ubi Jalar

Lakukan penyiraman secara rutin sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Kecuali pada saat hujan, tidak perlu dilakukan penyiraman kembali. Penyiraman dilakukan dengan menggunakan gembor.

Lakukan pula pemupukan agar unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman ubi jalar. Pemupukan ini dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang, pemupukan tersebut dilakukan setiap 2 minggu sekali. Jika dirawat dengan baik, ubi jalar dapat dipanen setelah berusia 4-5 bulan.

Keuntungan menanam umbi jalar dengan system poliback atau dalam sak bekas ini, selain efisien juga tidak terlalu membutuhkan lahan luas, meneghasilkan produksi panen yang bagus dan memanennya pun sangat mudah.

Dalam sesi penyuluhan kesehatan di sampaikan oleh dokter Luluk Zulfa Agustina, memberikan materi bahwa setiap tanaman yang ada disekitar lingkungan rumah kanan kiri kita, yang diciptakan oleh Allah Swt, semua bisa berguna dan bermanfaat sebagai obat serta manfaat-manfaat lainnya, missal daun kersen sebagai obat asam urat, serai merah bisa untuk obat lambung dan pencernaan. “saya berharap bahwa apa apa yang kita makan semua bisa menjadi obat bukan sebaliknya menjadi penyebab penyakit” demikian terang dokter Luluk dalam materinya.

Acara bakti sosial dengan tema “Menyambut bulan suci Ramahan dengan memuliakan anak yatim” di desa Wiroto ini di akhiri dengan do’a bersama dan penyerahan santunan adik-adik Yatim, Piatu dan Dhuafa. Kemudian dilanjutkan serah terima berbagi bibit dari Aswirusani ke Masyarakat desa Wiroto lebih kurang 300 bibit / tunas agar ditanam dan dikembangkan di desa Wiroto . Mad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *