PATI – Kilasfakta.com, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, M Nur Sukarno menyebutkan ada sejumlah langkah yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati agar harga beras bisa stabil. Hal ini harus dilakukan untuk mengatasi tingginya harga beras.
Menurutnya, tingginya harga beras telah dirasakan masyarakat sudah cukup lama. Dimana, pendapatan masyarakat tetap, namun pengeluaran mereka terus menanjak tak ada peningkatan. Belum lagi ditambah dengan kebutuhan lainnya.
Salah satu yang harus dilakukan Pemkab Pati yakni membanjiri pasar dengan bantuan sosial dan operasi pasar untuk memenuhi permintaan beras di pasar. “Untuk mengatasi harga beras, Bulog harus berperan untuk menggelontorkan beras murah supaya meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah,” ucap dia.
Meski semua merasakan, namun Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) lah yang paling terdampak karena tak lepas dari penghasilan mereka. Sehingga secara khusus, anggota Komisi B DPRD itu meminta intervensi agar harga beras kembali normal.
Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati, Hadi Santoso mengungkapkan tingginya harga beras disebabkan karena banyak yang dihual keluar daerah. “Faktor lain berupa banyaknya beras dari Pati banyak yang dijual keluar daerah. Tetapi untuk persediaan masih aman, tidak ada kelangkaan,” lanjut dia.
Dari pantauan Disdagperin Pati, harga beras di daerah berjuluk Bumi Mina Tani ini terbilang masih tinggi. Meskipun sedikit mengalami penurunan dari hari-hari sebelumnya. (Adv)

