PEKALONGAN – Kilasfakta.com, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Pekalongan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pencegahan Hantavirus pada Senin (08/06/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapas Pekalongan ini diikuti oleh seluruh pegawai tanpa terkecuali.

Langkah preventif ini diambil sebagai respons aktif instansi dalam menjaga kesehatan lingkungan kerja dan mengantisipasi potensi penyebaran penyakit yang dibawa oleh hewan pengerat.

Kepala Bapas Kelas II Pekalongan, Tri Haryanto, memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kolaborasi penting ini. Beliau menekankan bahwa kesehatan serta keselamatan para petugas merupakan prioritas utama demi kelancaran pelayanan publik.

Kota Pekalongan
Sosialisasi Pencegahan HantaVirus di Aula Bapas Kelas ll Kota Pekalongan Dinas Kesehatan Kota Pekalongan berSinergi dengan Bapas Kota Pekalongan

“Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Kota Pekalongan yang telah bersedia membagikan ilmu yang sangat krusial ini. Pencegahan dini jauh lebih baik daripada mengobati, dan saya meminta seluruh pegawai untuk langsung menerapkan ilmu yang didapat di ruang kerja masing-masing,” ujar Tri Haryanto dalam sambutannya.

Pihak Dinkes Kota Pekalongan selaku narasumber menjelaskan secara detail mengenai bahaya Hantavirus yang dapat menyerang organ paru-paru maupun ginjal manusia. Penularan virus ini kerap terjadi secara tidak sadar melalui partikel udara dari kotoran, urine, atau air liur tikus yang telah mengering dan bercampur dengan debu sekitar.

Seluruh peserta giat tampak antusias menyimak pemaparan materi dan aktif berdiskusi mengenai mitigasi risiko di lingkungan kantor yang memiliki banyak ruang arsip.

Dalam sosialisasi tersebut, tim medis membagikan trik dan tips praktis dalam mencegah penyebaran Hantavirus di area perkantoran maupun rumah. Langkah utamanya adalah menghindari menyapu kering kotoran tikus agar partikel virus tidak terbang dan terhirup; melainkan harus disemprot dengan cairan disinfektan terlebih dahulu hingga basah kuyup sebelum diseka.

Selain itu, pegawai diimbau untuk menutup rapat semua celah bangunan sekecil apa pun yang bisa menjadi akses masuk tikus, menjaga kebersihan tempat penyimpanan makanan, serta wajib menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan area gudang atau sudut ruangan yang lama tidak terjamah.

Edukasi ini dinilai memberikan cara pandang baru bagi para pegawai Bapas Pekalongan mengenai tata cara menjaga higienitas lingkungan secara benar.

“Selama ini kami mengira membersihkan bekas kotoran tikus cukup dengan menyapunya begitu saja seperti debu biasa. Melalui sosialisasi ini, kami baru tahu bahwa tindakan tersebut justru berbahaya karena bisa menerbangkan virus ke udara. Ini pengetahuan yang sangat menyelamatkan,” ungkap salah satu pegawai yang menjadi peserta kegiatan.

Melalui sinergi yang kuat ini, diharapkan seluruh jajaran Bapas Kelas II Pekalongan dapat terhindar dari ancaman penyakit menular dan tetap optimal dalam menjalankan tugas-tugas penegakan hukum serta pembimbingan kemasyarakatan. (Kf)

Exit mobile version