
SEMARANG – Kilasfakta.com – Aksi unjuk rasa yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang di depan Mapolda Jateng pada Sabtu (30/8) berlangsung tertib dan damai. Ribuan mahasiswa hadir menyuarakan aspirasi, sementara aparat kepolisian mengawal jalannya kegiatan dengan pendekatan humanis.
Sekitar 1.000 mahasiswa mengenakan jas almamater biru khas Undip tiba di lokasi aksi sekitar pukul 12.45 WIB. Mereka langsung membentuk barisan di depan gerbang Mapolda Jateng dan menyampaikan orasi secara bergantian.
Aksi yang berlangsung sekitar satu jam itu berjalan tanpa insiden. Tepat pukul 14.00 WIB, massa mahasiswa membubarkan diri dengan tertib, tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Polda Jateng menurunkan sekitar 370 personel gabungan dari Polda Jateng dan Polrestabes Semarang untuk melakukan pengamanan. Seluruh pengamanan berada di bawah pengawasan Bidpropam Polda Jateng guna memastikan tindakan aparat tetap sesuai prosedur.
Dalam pengamanan kali ini, aparat kepolisian tidak dibekali tameng, tongkat, maupun senjata api. Hal tersebut menjadi bukti komitmen Polri untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menjaga jalannya aksi.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Undip atas tertibnya jalannya aksi. Menurutnya, unjuk rasa tersebut menunjukkan bahwa demokrasi dapat dilaksanakan dengan damai dan bermartabat.
“Kami memberikan penghargaan kepada adik-adik mahasiswa Undip yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib, damai, dan tidak menimbulkan gangguan bagi masyarakat di sekitar lokasi,” ujarnya di Mapolda Jateng usai kegiatan pengamanan.
Lebih lanjut, Artanto menegaskan bahwa Polda Jateng selalu menghargai dan menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, ia menekankan pentingnya tetap berpegang pada aturan hukum, tertib, serta mengutamakan etika dalam berdemokrasi.
Sementara itu, Presiden BEM Undip, Fajar Ramadhan, menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa dalam menyuarakan kepentingan rakyat. Ia menegaskan mahasiswa berkomitmen untuk tetap menjaga ketertiban dalam setiap gerakan.
“Kami datang bukan untuk membuat gaduh, melainkan untuk menyampaikan suara rakyat secara santun dan damai. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa bisa menyampaikan kritik tanpa harus merusak ketertiban umum,” tegas Fajar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jateng atas sikap humanis dalam pengamanan. “Kami berterima kasih karena pihak kepolisian mengawal aksi ini dengan baik. Ini menunjukkan bahwa ruang demokrasi di Jawa Tengah masih terjaga,” tambahnya.
Aksi yang berjalan lancar tersebut diharapkan menjadi contoh bagi elemen masyarakat lain dalam menyampaikan pendapat. “Sampaikan pendapat dengan damai, karena suara yang tertib dan bermartabat justru akan lebih didengar serta memberi manfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Kombes Pol Artanto.
(BDL412)
