BATANG – Kilasfakta.com, Kemeriahan dan semangat kebersamaan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kelurahan Karangasem Utara, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, karnaval kemerdekaan menjadi agenda tahunan yang paling ditunggu-tunggu warga.

Sebanyak 47 peserta yang mewakili RT dan RW seluruh Kelurahan Karangasem Utara. Setiap Rt turut ambil bagian dalam karnaval ini, dengan menampilkan seni dan budaya serta kreativitas tak terbatas.
Karnaval tersebut dimulai melintas di jalan utama, dari perempatan jalan Kramalan, RE. Martadinata, Yos. Sudarso, Stasion Utara, hingga berakhir di Kantor Kelurahan Karangasem Utara Kecamatan Batang, pada Minggu pukul 09.00 (31/8/2025).
Peserta karnaval berparade dengan kostum dan dekorasi yang sangat unik, tak hanya menarik perhatian, tetapi juga menjadi cerminan dari kekayaan seni dan budaya Indonesia. Ada yang berbusana adat, kreasi daur ulang, hingga replika tokoh-tokoh Pahlawan, semuanya dipersiapkan dengan penuh semangat kebersamaan. Bukan hanya peserta, antusiasme juga terlihat dari ribuan warga yang memadati sepanjang rute pawai.

Warga rela berdesak-desakkan dan berpanas-panasan demi menyaksikan setiap atraksi dan karya yang ditampilkan. Sorak sorai, tepuk tangan, dan lambaian tangan menjadi bentuk dukungan nyata bagi para peserta. Pemandangan ini menunjukkan betapa kuatnya rasa persatuan dan kebanggaan sebagai bangsa, yang terwujud dalam sebuah perayaan sederhana ditingkat Kelurahan.
Karnaval ini bukan sekadar hiburan, namun perayaan ini merupakan manifestasi dari semangat gotong royong dan kreativitas warga Karang Asem Utara. Setiap warga berlomba untuk menampilkan yang terbaik, mencerminkan kolaborasi yang erat dalam kebersamaan.

Dirgahayu ini menjadi pengingat, bahwa kemerdekaan diraih melalui perjuangan, dan kemerdekaan itu harus terus dirayakan dan diisi dengan hal-hal positif. Karnaval di Kelurahan Karangasem utara bukan hanya tontonan, tetapi juga pelajaran berharga tentang bagaimana merawat persatuan di tengah keberagaman, serta bagaimana keceriaan dapat menjadi jembatan untuk memperkuat ikatan antarwarga. (Kf)

