Oplus_0

PEKALONGAN-Kilasfakta.com, Sebanyak 448 orang Petani Tembakau di Kabupaten Pekalongan, menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab), melalui Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT).

Mereka terdiri dari 411 orang Petani Tembakau dari Kecamatan Petungkriyono, dan 37 orang dari Kecamatan Paninggaran.
Selasa, (6/8/2024).

Agus Dwi Nugroho, Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, program BLT hasil bea cukai merupakan bagian dari upaya penanganan masalah inflasi, yang diinisiasi oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.

Kemudian, setiap petani penerima bantuan mendapatkan Rp1,2 juta. Penyerahannya terbagi menjadi dua kali setahun, yaitu Tahap I pada Mei 2024, dan Tahap II pada Agustus 2024.

Pada saat penyerahan bantuan di Gedung Biru Kecamatan Petungkriyono, Agus Menyatakan,“Masyarakat, khususnya Petani Tembakau, sangat berharap, program ini dapat terus berkelanjutan, dan mereka mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Fadia, yang telah memperhatikan para petani tembakau di Kabupaten Pekalongan,” ungkapnya.

Bupati Pekalongan, dalam berbagai harapannya, bantuan yang disalurkan dari Pemerintah Kabupaten dapat membantu para petani Tembakau.

“Semoga bantuannya bermanfaat, bisa untuk kebutuhan, dan bisa juga digunakan untuk mengembangkan usaha taninya,” tuturnya.

Bupati juga memberikan berbagai program bantuan lain, yang dapat diakses secara gratis oleh masyarakat.

“Contohnya, kita juga punya bibit Kelapa Genjah, bibit Alpukat gratis, bibit Kakao, dan bibit Bawang putih, yang di siapkan beserta pupuk dan Pestisidanya. Jadi, jika ada masyarakat yang berminat, bisa menghubungi Camat yang nanti akan meneruskan ke dinas terkait,” pungkasnya.

Oplus_0

Bupati menambahkan, Kabupaten Pekalongan tahun ini memiliki berbagai program dan bantuan yang diberikan kepada kelompok Tani di Kecamatan Petungkriyono, seperti program Pendampingan penggunaan sarana Pertanian, pembagian bibit Bawang merah gratis untuk masyarakat maupun kelompok Tani Desa Curugmuncar dan
Desa Tlogopakis.

Bukan hanya itu, program pembangunan, Rehabilitasi dan pemeliharaan Infrastruktur Pertanian, berupa pembangunan jalan produksi untuk kelompok Tani di Desa Tlogohendro.

Ada pula program pembangunan Pabrik pengolahan pangan untuk kelompok Petani Desa Songgodadi, serta pembagian bibit Tembakau dan alat rajang untuk kelompok Petani Desa Yosorejo. (ugl/kf)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version