Limbah pemukiman atau sampah rumah tangga adalah menjadi salah satu penyebab pencemaran air. Limbah pemukiman tersebut sangat berbahaya karena mengandung limbah domestik yakni yang berupa sampah organik, sampah anorganik, serta deterjen. Dalam aktivitas manusia yang tanpa disadari merugikan diri sendiri serta sekitar, yakni dengan membuang sampah sembarangan seperti di kali/got, di sungai, dan lain sebagainya. Tanpa disadari bahwa setiap manusia mengabaikan dalam membuang sampah, disitulah akan terjagi penyebaran kuman, virus sehingga akibatnya ke manusia yang tertular dari berbagai virus/kuman tersebut.

Serta akibatnya dalam lingkungan pula menjagi kumuh sehingga dapat menimbulkan pencemaran air. Adapun Dampak pencemaran air yang disebabkan oleh limbah pemukiman diantaranya:

Berkurangnya jumlah/kadar oksigen yang terlarut di dalam air karena sebagian besar oksigen digunakan oleh bakteri, hal ini disebabkan oleh jumlah banyaknya sampah daripada tingginya air, sehingga air itu menjadi mati karena kekurangan oksigen.
Sampah anorganik yang dibuang disungai dan secara berlebihan, dapat berakibat mengahalangi cahaya matahari sehingga menghambat proses fotosintesis dari tumbuhan air seperti alga yang menghasilkan oksigen.
Selain sampah anorganik, limbah pemukiman yang juga juga memberikan dampak buruk adalah deterjen, deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri, sehingga akan aktif didalam air dalam jangka waktu yang cukup lama, selain dapat mencemari air juga meracuni sistem organisme yang ada pada air.
Penggunaan deterjen secara berlebihan juga dapat meningkatkan senyawa fosfat pada air yang merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok (Eichhornia crassipes).

Pertumbunhan eceng gondok atau ganggang yang tidak terkendali akan memberikan dapak negarif seperti meningkatkan penguapan air, berkurangnya intensitas cahaya dan oksigen akan terlarut, terhambatnya proses fotosintesis dan lain sebagainya.
Jika tumbuhan air (eceng gondok dan ganggang) ini mati akan berakibat proses pembusukan dan akan menghabiskan persediaan oksigen.

Adapun cara Menangani Limbah Pemukiman yakni Perlu kesadaran dari semua lapisan masyarakat untuk berlaku bijak dengan limbah rumah tangga yang dihasilkannya.

Dalam Pengelolaan sampah, masyarakat perlu menerapkangaya hidup serta pola pikir tentang sampah dengan melakukan 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle), tentunya tidak membuang sampah terutama di sungai dan tempat penampungan air. hal yang perlu dilakukan adalah kita dari semua kalangan tidak membuang sampah sembarangan terutama di sungai, danau, atau tempat penampungan air, karena dampak buruk itu tidak kita rasakan sendiri, sekitar kitapun juga ikut merasakannya.

Melakukan 3R (Reuse Reduce Recycle) Setiap Hari. Apa sih 3R itu?,  yakni upaya yang meliputi kegiatan mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang sampah (recycle). Demi menciptakan hidup sehat dengan menjaga lingkungn agar tetap bersih serta nyama sebenarnya dapat dilakukan dengan mengelola sampah dengan sistem 3R dan dapat dilakukan oleh siapapun, kapanpun, dimanapun, bahkan tanpa harus mengeluarkan biaya. Kegiatan 3R bisa kita terapkan dirumah, disekolah, dan tempat-tempat umum lainnya, yaitu sebagai berikut:

Contoh kegiatan reuse sehari-hari:

Pilihlah wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang. Misalnya, penggunaan tas kain saat belanja daripada kantong plastik yang sekali pake terus buang, pergunakan sapu tangan atau serbet daripada memakai tisu, dan lain sebagainya.
Gunakan kembali wadah atau kemasan yang telah kosong untuk fungsi yang sama atau fungsi lainnya. Misalnya kantong plastik yang masih bagus atau layak bisa digunakan kembali sebagai wadah apapun, wadah kemasan minyak goreng dapat digunakan sebagai wadah/plastik tanaman, dan lain sebagainya.
Gunakan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
Gunakan sisi kertas yang masih kosong untuk menulis.
Gunakan email (surat elektronik) untuk berkirim surat.
Jual atau berikan sampah yang terpilah kepada pihak yang memerlukan

Contoh kegiatan reduce sehari-hari:
Pilih produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang.
Hindari memakai dan membeli produk yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar.
Gunakan produk yang dapat diisi ulang (refill). Misalnya botol kemasan sampo atau sabun bisa diisi ulang kembali, dan lain sebagainya.
Maksimumkan penggunaan alat-alat penyimpan elektronik yang dapat dihapus dan ditulis kembali.
Kurangi penggunaan bahan sekali pakai.
Gunakan kedua sisi kertas untuk penulisan dan fotokopi.
Hindari membeli dan memakai barang-barang yang kurang perlu.

Contoh kegiatan recycle sehari-hari:
Pilih produk dan kemasan yang dapat didaur ulang dan mudah terurai.
Olah sampah kertas menjadi kertas atau karton kembali.
Lakukan pengolahan sampah organic menjadi kompos.
Lakukan pengolahan sampah non organic menjadi barang yang bermanfaat.

Demi menciptakan hidup sehat dengan menjaga lingkungn agar tetap bersih serta nyama sebenarnya dapat dilakukan dengan mengelola sampah dengan sistem 3R dan dapat dilakukan oleh siapapun, kapanpun, dimanapun, bahkan tanpa harus mengeluarkan biaya. Yang terpenting adalah kita peduli, karena dengan kita peduli dengan lingkungan misalnya tidak membuang sampah sembarangan, itu sudah menjadi contoh yang baik bagi sesama, jadi mulailah dari diri kita sendiri. Keep Stop Littering!!! Semoga Bermanfaat

Terima kasih atas tanggapannya

%d blogger menyukai ini: