PATI – Kilasfakta.com, Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu disinyalir salah satunya disebabkan oleh pengalihan fungsi hutan. Penebangan liar yang pernah terjadi menyebabkan hutan menjadi gundul. Dan saat ini, hutan tersebut digarap oleh para pesanggem dengan dimanfaatkan untuk menanam palawija.
Akibatnya, air hujan tidak ada yang menyangga, dan langsung mengalir ke dataran yang lebih rendah sehingga terjadi banjir. Peritiwa banjir yang terjadi pada tahun ini cukup lama dan menjadikan trauma bagi warga terdampak.
Kondisi ini mengundang keprihatinan sejumlah pihak. Salah satunya adalah kelompok yang manamakan dirinya sebagai Komunitas Kendeng Hijau. Para relawan aksi cepat dalam penanaman sebagai wujud kepedulian terhadap Kendeng Hijau ini gencar melaksanakan gerakan penanaman bibit di lereng Kendeng.
Kelompok yang terdiri dari berbagai kalangan ini, Minggu (26/02/2023) kemarin melakukan penanaman pohon di Desa Keben Kecamatan Tambakromo. Ribuan bibit dari para donator yang peduli Kendeng.
Jadwal penanaman di wilayah Kendeng ini masih terus berlanjut. Minggu depan tanggal 12 Maret aksi serupa direncanakan akan dilaksanakan di Donglawah Desa Sinomwidodo. Harapannya, kegiatan ini dapat membawa sejuta manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pati dan sekitarnya.
Aksi ini mendapat tanggapan positif dari Anggota DPRD Kabupaten Pati, Ir. HM. Nur Sukarno. Anggota Dewan dari Fraksi Golkar yang mendedikasikan diri sebagai pemerhati lingkungan ini mengaku memberikan apresiasi terhadap kelompok tersebut. “Semoga bisa menginspirasi kelompok-kelompok lainnya dalam rangka menghijaukan Kendeng,” ujarnya.
Pewarta: Purwoko

