M Nur Sukarno, anggota DPRD Kabupaten PatiM Nur Sukarno, anggota DPRD Kabupaten Pati

PATI – Kilasfakta.com, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, M Nur Sukarno merespon penurunan kuota pupuk bersubsidi tahun 2024 di Kabupaten Pati. Pihaknya khawatir penurunan kuota pupuk tersebut, justru akan berimbas dengan penurunan jumlah hasil panen para petani di wilayah Kabupaten Pati.

“Kalau untuk MT 1 jatah untuk pupuk bersubsidi itukan sudah berkurang, kalau tak ada solusi khawatir jumlah panennya yang akan berkurang nanti,” jelas anggota komisi B DPRD Kabupaten Pati tersebut.

Pengurangan kuota pupuk bersubsidi sendiri pada tahun 2024 mengalami penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati bahwa tahun 2024 terdapat 21.461 ton untuk pupuk bersubsidi jenis urea. Sementara tahun 2023 kuota untuk kabupaten Pati mencapai 42.626 ton. Pengurangan kuota juga terjadi pada pupuk jenis NPK, dari data tahun 2023 misalnya, Kabupaten Pati mendapatkan jatah sebesar 26.000 ton. Sedangkan tahun 2024 hanya 15.844 ton pupuk NPK.

M Nur Sukarno mengatakan pemerintah harus bisa memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut. Ia menilai kuota pupuk harus dapat terpenuhi, meskipun para petani harus mengeluarkan ongkos yang cukup tinggi untuk bisa mendapatkan pulim tersebut.

“Terkait keluhan para petani, memang pupuk ini yang menjadi perhatian, artinya saat petani membutuhkan untuk memupuk tanaman di sawah, barang tidak ada, maka ini harus bisa dan supaya ada barangnya, agar petani bisa bekerja secara maksimal,” tegasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version