PATI – Kilasfakta.com, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, musim kemarau 2023 lebih kering dibandingkan tiga tahun terakhir. Hal itu akan berdampak pada sejumlah sektor, seperti sumber daya air, kehutanan, pertanian, dan kebencanaan. Hal ini menjadi sorotan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Rusydi. Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus mempersiapkan antisipasi musim kemarau.

“BPDB Kabupaten Pati harus nya mersiapkan antisipasi musim kemarau. Mersiapkan segala sesuatu, peperti mersiapkan kendaraan tangki air dan mencari air untuk dropping wilayah mana yang kekurangan air,” kata dia belum lama ini.

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut krisis air semakin menjadi ancaman serius dan harus jadi perhatian seluruh negara. Menurutnya, perubahan iklim menyebabkan terganggunya siklus hidrologi, sehingga memicu terjadinya krisis air. “Krisis air terjadi hampir di seluruh belahan dunia dan menjadi krisis global yang harus diantisipasi setiap negara. Tidak peduli itu negara maju atau berkembang. Karenanya, isu ini harus menjadi perhatian bersama seluruh negara tanpa terkecuali,” ungkap Dwikorita.

Dirinya menjelaskan, bahwa ancaman krisis air akibat perubahan iklim ini sudah terlihat sangat jelas. Terus meningkatnya emisi Gas Rumah Kaca yang berdampak pada meningkatnya laju kenaikan temperatur udara, mengakibatkan proses pemanasan global terus berlanjut, dan berdampak pada fenomena perubahan iklim.

Fenomena ini, akan terus berlanjut apabila laju peningkatan emisi Gas Rumah Kaca tidak dikendalikan atau ditahan, dan menyebabkan semakin cepatnya proses penguapan air permukaan, sehingga mengakibatkan ketersediaan air semakin cepat berkurang di suatu lokasi belahan bumi, namun sebaliknya terjadi hujan yang berlebihan (ekstrem) di lokasi atau belahan bumi yang lain.

Ketersediaan air permukaan dan air tanah yang makin berkurang ini, lanjut Dwikorita, akan memengaruhi ketersediaan air bersih di berbagai belahan bumi. Selain itu, perubahan iklim yang ekstrem menyebabkan proses turunnya hujan menjadi ekstrem dan tidak merata. Di mana sebagian besar daerah di bumi memiliki curah hujan yang tinggi, sedangkan di daerah bagian lain tidak. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version