SEMARANG – Kilasfakta.com – Pendidikan dan Latihan (Diklat) ITE yang digelar Forum Jateng Gayeng (FJG) dinilai sangat bermanfaat untuk organisasi masyarakat (Ormas) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) maupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal itu dikatakan Rochimin, Ketua Forum Komunitas Peduli Nasib Buruh (Forkompenab) usai mengikuti Diklat ITE di Aula Cendrawasih, Kantor Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Jalan A Yani, Kota Semarang, Selasa (24/12/2024)

“Kami mewakili teman-teman berbagai UMKM dan petani ketahanan pangan, sangat berterimakasih dan merasakan manfaat kegiatan yang diselenggarakan oleh FJG (Forum Jateng Gayeng). Harapannya, bisa dijadikan pengembangan UMKM menjadi lebih maju, sebab Pendidikan untuk UMKM sangat rendah, sehingga Diklat ITE ini sangat diperlukan,” ucapnya.

Oleh sebab itu, lanjut Rochimin, Diklat ITE dapat berkelanjutan untuk memberikan pencerahan kepada UMKM di daerah, agar dapat meningkatkan pemasarannya.

“Harapannya ke depan tidak hanya Ormas dan LSM yang diundang, tapi juga pelaku UMKM, sehingga lebih riil manfaatnya,” harapnya.

Ketua Majelis Pemuda Islam Indonesia (MPII) Jawa Tengah Sonhaji, juga sangat mendukung terkait penyelenggaraan Diklat ITE yang digelar FJG tersebut.

“Kami mewakili MPII, sangat mendukung kegiatan ini. Karena Diklat ITE ini atau digital marketing sangat bermanfaat dan penting sekali bagi pengembangan SDM (sumber daya manusia), baik untuk ormas maupun lembaga, terutama bagi pelaku UMKM di Jawa Tengah,” paparnya.

“Kita berharap Forum Jateng Gayeng kedepan semakin baik dalam segala hal, karena yang terpenting adalah sebuah tantangan bagaimana mengembangkan sumber daya manusia di level bawah,” harap Sonhaji

Sekretaris Forum Jateng Gayeng Aby Maulana Sudibyo yang Ketua GAN (Gerakan Anti Narkoba) juga berharap, kegiatan yang difasilitasi oleh anggaran pemerintah dan mengundang para perwakilan Ormas dan LSM se Jawa Tengah itu dapat berkelanjutan, sebab sangat bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai sarana untuk pengembangan Ormas dan LSM di Jawa Tengah.

“Harapan kami, bisa dikembangkan di organisasi masing-masing dan bisa dikembangkan di masyarakat yang langsung bersentuhan dengan UMKM. Sehingga pelatihan yang dibiayai oleh pemerintah ini bermanfaat untuk kepentingan yang sebesar-besarnya, bagi keseluruhan Ormas dan LSM di Jawa Tengah, terutama pengembangan untuk UMKM,” harap Aby.

“Sehingga mampu meningkatkan sumber daya manusia, sumber daya alam dan potensi ekonomi yang bisa dikembangkan dan Saya berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya,” pungkas Aby.

(poerBled’eks)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version