PATI – Kilasfakta.com, DPRD Kabupaten Pati menerima sekelompok warga yang tergabung dalam Aliansi Petani dan Pemuda Peduli Lingkungan Kecamatan Trangkil untuk wadul terkait wacana akan dibangunnya pabrik sepatu, beberapa waktu lau. Mereka datang ke gedung dewan ingin bertemu dengan wakil mereka di parlemen guna melakukan audensi. Mereka mengaku kawatir dengan wacana pendirian pabrik sepatu di wilayah Kecamatan Trangkil

Ketakutan mereka, yaitu akan kehilangan lahan produktif yang selama ini mereka jadikan sebagai tempat mencari nafkah. “Kami warga hanya ingin kejelasan, rencana pembangunan pabrik itu benar ada atau tidak. Sementara itu jawaban pihak DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu), sinyal itu ada, tapi perizinan belum masuk,” ujar salah seorang warga yang ikut dalam rombongan.

Menurutnya, sampai saat ini memang belum ada pemasangan tanda pembangunan pabrik, misalnya patok atau lainnya. Namun, berdasarkan informasi awal yang pihaknya terima, pabrik sepatu tersebut diwacanakan akan dibangun di atas lahan yang meliputi wilayah tiga desa di Kecamatan Trangkil, yakni Desa Mojoagung, Tegalharjo, dan Pasucen.

Rombongan dari wilayah Kecamatan Trangkil ini diterima Ketua DPRD bersama pimpinan dan anggota Komisi B dan C DPRD Kabupaten Pati. Ali Badrudin selaku ketua DPRD Kabupaten Pati sudah melakukan koordinasi dengan DPMPTSP, dan diketahui bahwa belum ada izin resmi terkait pembangunan pabrik di Trangkil oleh calon investor tersebut.

“Terkait perizinan, dari keterangan DPMPTSP. Lewatnya sistem OSS dari pusat, jadi Daerah tinggal menindaklanjuti,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Ali Badruddin mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah eksekutif. “Agar apa yang menjadi harapan masyarakat, kalau memang iya akan dibangun pabrik, mereka bertemu dengan masyarakatnya langsung. Dan terkait masyarakat yang menolak karena lahannya masih produktif untuk pertanian, ini akan kami komunikasikan dengan pihak eksekutif,” ujarnya saat diwawancarai wartawan.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menegaskan, bahwa pihaknya tidak anti terhadap investor. Justru malah senang, karena dengan datangnya investor bisa mengurangi angka pengangguran. “Namun, kami juga mengimbau agar lahan yang digunakan untuk industri ini disesuaikan dengan peruntukannya. Banyak lahan industri yang disediakan di Pati,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ali menegaskan, investor nanti bisa diarahkan ke lahan yang tidak produktif agar ada pemerataan tenaga kerja. Kalau lahan produktif dibuat pabrik, lanjut Ali, bisa mengurangi sekaligus menambah pengangguran. Karena di satu sisi industri menyerap pegawai, dan di sisi lain lahan produktif pertanian akan berkurang, sehingga petani tidak punya lahan yang bisa digarap.

Pewarta: Purwoko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *