Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati Endah Sri WahyuningatiWakil Ketua Komisi D DPRD Pati Endah Sri Wahyuningati

PATI – Kilasfakta.com, Salah satu sektor pendidikan yang kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) adalah pendidikan non formal seperti kursus dan pelatihan. Padahal, pendidikan semacam ini justru mampu memberikan skill yang bisa diterapkan dalam dunia kerja.

Untuk itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Pati Endah Sri Wahyuningati mendorong agar Pemkab Pati bisa memperhatikan sektor ini. Jikapun nantinya Pemkab tidak bisa mengakomodir karena keterbatasan anggaran, Bu Ning sapaan akrabnya, mendorong agar para pelaku pendidikan non formal ini bisa memperkenalkan diri ke masyarakat melalui event event keramaian.

“Contoh event yang tidak terlalu banyak biaya seperti CFD, disana bisa mengenalkan untuk memberikan ruang apa sih kursus,” ucapnya.

Jikapun ada bantuan dari pemerintah, politisi dari Partai Golkar ini mengimbau agar Pemkab tidak memberikan dalam bentuk barang. “Untuk saat ini batuan berupa barang tidak diizinkan, karena adanya temuan yang tidak sesuai harapan,” sambutannya.

Bu Ning juga menilai kurangnya minat masyarakat untuk mengasah skill melalui kursus ataupun pelatihan lantaran adanya kemajuan teknologi dan arus globalisasi.

Sehingga, jikapun nanti setelah lulus dan mendapatkan sertifikat pelatihan khusus. Bu Ning menilai mereka masih akan kesulitan dalam mencari pekerjaan yang sesuai. “Memang hari ini trendnya sudah bergeser. Kalau suku rias masih diminati sekarang sulit. Titik lemahnya kan memang kurang upgrade di kebutuhan pasar. Kalah dengan anak-anak SMK yang sudah pandai,” tutupnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version