PATI – Kilasfakta.com, Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Sukarno, mendorong agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memiliki program “Basahi Pati Selatan”. Ungkapan ini ia sampaikan lantaran kondisi tanah di Pati Selatan yang gersang, sehingga musim tanam padi hanya bisa dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun. Sementara itu Sukarno menilai, wilayah Pati Utara bisa panen sebanyak tiga kali.
Dirinya menilai wilayah Pati Selatan yang cenderung kering untuk sektor pertanian sangat membutuhkan aliran air. Terutama saat musim kemarau, politisi dari partai Golkar ini merasa prihatin dengan nasib para petani yang tidak bisa mengolah lahan karena keterbatasan sumber air.
“Kalau saya sepakat untuk daerah yang dikasih anggaran berlebih dengan syarat harus tepat sasaran. Disana kan kalau musim kemarau tanahnya kering. Sudah 26 tahun saya mendengar basahi Pati selatan,” ungkapnya.
Sukarno juga mengapresiasi pembangunan Waduk Kasiyan di Kecamatan Sukolilo dan Waduk Kembang Kempis di Kecamatan Jakenan. Menurutnya, pembangunan ini sangat bagus untuk mendukung program Basahi Pati Selatan. “Sehingga seperti waduk cabean di Winong sangat penting. Sebenar tidak hanya Sukolilo, Winong, Tambakromo dan Pucakwangi juga,” tambahnya.
Terlebih, masalah ketahanan pangan dan krisis pangan dirasa oleh wakil rakyat asal Kecamatan Wedarijaksa ini sangat penting untuk selalu digembar-gemborkan. Sehingga dengan adanya program ini, dirinya yakin mampu menjaga swasembada pangan khususnya di Kabupaten Pati. (Adv)

