PATI — Kilasfakta.com, Plt. Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, meninjau langsung sejumlah siswa SMK Negeri 4 Pati yang mengalami dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (9/2). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi siswa tertangani dengan baik serta memantau proses observasi dan penanganan medis yang sedang berlangsung.
Dalam keterangannya, Chandra menjelaskan bahwa makanan MBG yang dikonsumsi para siswa berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rendole yang dikelola oleh Yayasan Patriot Bangsa. SPPG tersebut diketahui merupakan SPPG percontohan pertama di Kabupaten Pati.
“SPPG Rendole ini dikelola oleh Yayasan Patriot Bangsa dan merupakan SPPG percontohan pertama di Kabupaten Pati. Selama ini, pelaksanaan SOP sudah berjalan. Namun hari ini kita masih melakukan observasi, dan sampel makanan sudah dikirim ke Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Menu MBG yang disajikan pada hari kejadian terdiri dari ayam, tahu, dan sayuran. Hingga saat ini, belum dapat dipastikan jenis makanan apa yang diduga menjadi penyebab keluhan para siswa.
Plt. Bupati Pati menyebutkan bahwa para siswa mengalami gejala seperti mual, pusing, dan muntah. Meski demikian, kondisi mereka berangsur membaik dan seluruh siswa masih berada dalam pengawasan tenaga medis.
“Total ada 22 siswa yang mengalami keluhan. Sebagian besar sudah mulai membaik, mualnya berkurang, meskipun masih ada beberapa yang mengeluh pusing. Semuanya terkontrol dan masih dalam observasi di KSH,” ungkapnya.
Chandra menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pati bertanggung jawab penuh terhadap penanganan para siswa, termasuk pembiayaan perawatan medis. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi lintas sektor untuk memperketat kembali penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) di seluruh SPPG di Kabupaten Pati.
“Untuk biaya perawatan, pemerintah daerah pasti mendukung penuh. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Ketua Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) agar seluruh SPPG di Kabupaten Pati kembali memperketat SOP,” pungkasnya. (KF)
