Oplus_0

PEKALONGAN – Kilasfakta.com, Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid, S.E., M.M. secara resmi melantik Duta Pancasila Paskibraka Kota Pekalongan dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Ruang Buketan, Minggu (08/02/2026).

Pelantikan tersebut diikuti oleh para anggota Paskibraka terpilih yang diamanahkan sebagai Duta Pancasila, sebagai bagian dari upaya strategis memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda.

Kegiatan pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekalongan, Dewan Pengurus Purna Paskibraka Indonesia (DPPI) Pusat dan DPPI Provinsi Jawa Tengah. Hadir pula Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Bangsa Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, serta sejumlah perwakilan instansi terkait lainnya.

Kota Pekalongan
Kamal Idris Biro Media Kilas Fakta Pekalongan Raya Jawa Tengah Indonesia

Wali Kota Pekalongan menegaskan bahwa, peran Duta Pancasila memiliki tanggung jawab yang besar dan strategis, terutama di tengah tantangan globalisasi dan derasnya arus budaya asing yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, tugas sebagai Duta Pancasila tidak hanya bersifat simbolis, tetapi menuntut komitmen nyata dalam mengamalkan dan menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjadi Duta Pancasila memang terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Kalian adalah garda terdepan dalam menjaga marwah Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, dimulai dari diri sendiri, lingkungan sekitar, hingga masyarakat luas,” ujarnya.

Beliau menyoroti bahwa di era keterbukaan informasi dan globalisasi saat ini, generasi muda dihadapkan pada berbagai pengaruh budaya luar yang masuk dengan sangat cepat. Wali Kota menekankan bahwa, keterbukaan terhadap budaya asing merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dan bahkan bisa menjadi hal positif, selama tidak menggerus jati diri bangsa.

“Kita boleh mencintai karya, teknologi, dan budaya dari luar negeri. Itu sah-sah saja. Namun, jangan sampai kita melupakan budaya lokal, nilai-nilai luhur bangsa, dan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Seperti pesan Bung Karno, Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Pekalongan mengingatkan bahwa, melemahnya penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dapat berdampak pada munculnya berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Ia menyebutkan sejumlah fenomena yang masih kerap dijumpai, seperti kenakalan remaja, tawuran, aksi balap liar, hingga penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

“Persoalan-persoalan sosial tersebut masih menjadi tantangan bersama, termasuk di Kota Pekalongan. Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa penguatan ideologi Pancasila tidak boleh berhenti pada seremonial semata, tetapi harus benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Wali Kota Pekalongan mendorong agar para Duta Pancasila Paskibraka Kota Pekalongan mampu menjadi teladan, agen perubahan, sekaligus motor penggerak dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan toleransi di lingkungan masing-masing. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Kesbangpol, Forkopimda, DPPI, Duta Pancasila, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan memperkuat ideologi bangsa.

“Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen bersama, saya optimistis nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 akan tetap kokoh menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya bagi generasi muda sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa,” tuturnya.

Beliau menilai, pelantikan Duta Pancasila Paskibraka Kota Pekalongan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat karakter kebangsaan generasi muda.

“Pelantikan ini sekaligus membentengi mereka dari pengaruh negatif budaya asing yang tidak sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia,” pungkas Walikota. (Kominfo)

Exit mobile version