Ir. HM. Nur SukarnoIr. HM. Nur Sukarno

PATI – Kilasfakta.com, Bencana banjir baru saja usai setelah hujan turun hampir tiga pekan. Banjir kalin ini merupakan banjir sesi kedua setelah beberapa waktu lalu banjir juga melanda. Sebagaimana diketahui sejak akhir Desember tahun 2022, banjir telah melanda cukup lama. Dan bulan Maret 2023 inin, beberapa desa di Kabupaten Pati kembali terendam banjir.

Dampak dari banjir ini salah satunya adalah ratusan hektar sawah petani puso dan gagal panen. Kondisi ini dialami oleh petani hingga dua kali. Sehingga, mengundang keprihatinan banyak pihak.

Menanggapi kondisi tersebut, Ir. HM. Nur Sukarno selaku Anggota Komisi B DPRD Pati, juga mengaku prihatin. Banjir selama kurang lebih 4 bulan yang merendam Pati mengakibatkan banyak lahan pertanian mengalami gagal panen sehingga banyak petani yang rugi besar. “Tidak sedikit petani yang rugi akibat banjir ini, ada ratusan bahkan ribuan hektar sawah yang terendam banjir,” ujar Sukarno.

Ia berharap Pemerintah segera bisa mendapatkan solusi untuk mengatasi banjir tersebut. Karena menurut Sukarno jika tidak segera diberikan solusi semakin banyak petani yang akan dirugikan.

Di sisi lain, ia menyarankan untuk mengatasi permasalahan banjir tersebut harus dilakukan terlebih dahulu dari atas baru kebawah. Hal itu menurutnya menjadi faktor kunci mengatasi banjir. “Harus ditangani dulu dari atas, Mas, hutannya harus diperbaiki dulu maka tidak akan ada lagi banjir,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Pati sejak dulu sudah menjadi langganan banjir yang menyebabkan kerugian materil tidak sedikit. Salah satu penyebab peristiwa tersebut, adalah gundulnya hutan-hutan di area pegunungan muria, pegunungan kendeng dan pendangkalan sungai. “Oleh karena itu, pemerintah perlu bertindak, agar bencana banjir dapat diantisipasi sedini mungkin,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version