PATI – Kilasfakta.com, Upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat terus didorong oleh Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati melalui berbagai pendekatan, termasuk inovasi pengolahan sampah dan peningkatan kesadaran masyarakat. Gerakan Indonesia ASRI menjadi salah satu program yang dinilai mampu menjawab tantangan tersebut.
Anggota Komisi C dari Fraksi PDI-P, Suyono, menegaskan bahwa persoalan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah daerah. Ia menyebut bahwa seluruh masyarakat harus memiliki kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan. Tanpa hal tersebut, permasalahan sampah akan terus berulang.
Dalam konteks ini, DPRD bersama Dinas Lingkungan Hidup tengah merancang solusi berupa pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah. Program ini diharapkan tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi melalui penyediaan energi.
Di sisi lain, Haryono dari Fraksi PKB menyoroti pentingnya sinergi antar pihak. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan Gerakan Indonesia ASRI sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, legislatif, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya. Menurutnya, pendekatan parsial tidak akan mampu menyelesaikan persoalan lingkungan yang kompleks.
Data menunjukkan bahwa produksi sampah di Kabupaten Pati mencapai ratusan ton setiap hari, sementara kapasitas TPA sudah tidak lagi memadai. Kondisi ini menuntut adanya langkah cepat dan inovatif dalam pengelolaan sampah.
Haryono juga mendorong adanya sistem pengelolaan sampah mandiri di tingkat desa. Ia menilai langkah ini efektif untuk mengurangi beban TPA sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Gerakan Indonesia ASRI sendiri mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih melalui kegiatan rutin seperti kerja bakti, olahraga bersama, serta edukasi lingkungan. DPRD Kabupaten Pati berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini agar dapat berjalan optimal.
Melalui berbagai upaya tersebut, diharapkan tercipta budaya hidup sehat yang berkelanjutan, tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang. (Red)
