REMBANG – Kilasfakta.com. “Menjaga lisan patut menjadi renungan agar berhati-hati dalam berbicara. Menjaga lidah bukan sebuah perkara mudah, apalagi saat dikuasai emosi dan amarah. Jika tak bisa menguasai amarah sumpah serapah. Ucapan tersebut bisa menyakiti hati orang lain dan menjadi bumerang untuk diri sendiri”, ucapan, sikap dan tindakan akan menjadi tolak ukur akhlaq dan kepribadian seseorang dalam pergaulan, ketika sudah terlanjur berbuat salah dan khilaf, saat nya di bulan Syawal ini kita saling ber maaf maafan, taqoballahu mina waminkum, taqobal ya karim”

Adalah Aswiruani Asmaul Husna Bangkit An-Naba, dalam rangka mempererat tali shilaturahim antara pengurus, duta yayasan, anak yatim binaan dan wali yatim Jumat, 20/05/22 bertempat di Mushola An Naba Jatimudo diadakan kegiatan halal bi halal sekaligus memperingati hari kebangkitan Nasional dengan tema “Menjaga Semangat Nasionalisme dalam menggapai Kebangkitan Sejahtera”
Acara halal bi halal di laksanakan secara sederhana namun penuh dengan kekompakan dan semangat meski gerimis menyapa dengan kuat, acara dihadiri oleh seluruh pengurus yayasan, wali yatim, dan anak anak binaan serta masyarakat sekitar desa Jatimudo.
Dalam forum halal bi halal tersebut selain memperingati hari kebangkitan Nasional juga dimanfaatkan untuk pembinaan terhadap wali yatim tentang kewirausahaan “guna meningkatkan kesejahteraan bagi para wali yatim, yayasan akan mengagendakan pembinaan rutin, Maka Yayasan bekerjasama dengan dinas dan isntasi terkait akan melakukan pembinaan kewirausahaan kepada para wali yatim” terang Taufiq Pembina yayasan saat mengisi materi halal bi halal.
Dalam acara tersebut hadir juga H. Nor Sa’djio sesepuh desa Jatimudo dalam sambutannya menyampaikan “acara halal bi halal ini marilah kita tingkatkan ketaqwaan dan kita manfaatkan momen untuk saling memaafkan diantara kita semua” ungkap mbah Nur.
Sementara itu, tanggal 20 Mei selalu diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional atau yang disebut juga dengan Harkitnas. Pada tahun 2022 ini, Aswirusani meluangkan waktu khusus untuk memperingati Harkitnas. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-114 ini memiliki makna seruan kebangkitan bersama bangsa Indonesia setelah berjuang menghadapi pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama dua tahun lebih.
Semangat Boedi Oetomo dinilai masih relevan dengan kondisi Indonesia saat ini yang masih berjuang di tengah kondisi ekonomi dunia, ketegangan geopolitik global, dan juga tentunya bergerak sedikit demi sedikit mencoba bangkit dari pandemi Covid-19. Kita patut memaknai kebangkitan nasional sebagai upaya kolektif bangsa untuk memperkuat persatuan bangsa.
Guna membangkitkan semangat berkarya dan semangat untuk bangkit dalam acara tersebut dilakukan pembacaan ikrar bersama sebagai berikut :
Untuk menuju kebangkitan dan kejayaan, dengan penuh keyakinan saya berikrar.
- Saya sebagi seorang Duta An Naba harus berdisiplin.
-
Saya sebagai Seorang Duta An Naba harus berani.
-
Saya sebagai Seorang Duta An Naba harus jujur dan hemat.
-
Saya sebagai Seorang Duta An Naba harus bijaksana.
-
Saya sebagai Seorang Duta An Naba harus membela sesama duta.
-
Saya sebagai Seorang Duta An Naba harus membela almamater dan pantang menyerah.
Alhamdulillahirabbil ‘alamin
Selanjutnya acara ditutup dengan doa bersama dg hajat agar momentum hari kebangkitan Nasional ini bisa menjadi tonggak kebangkitan yayasan Aswirusani dan semangat para wali yatim semakin menggelora dalam menebarkan kemanfaatan di masyarakat. Doa bersama yang dipimpin oleh H.Nor Sa’djio dilanjutkan ramah tamah dan ditutup sesi poto bersama. (Mad?/Rob)
