Oplus_131072
Kabupaten Pekalongan
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukirman bersama Sekretaris Hari Jadi Ke-404 Kabupaten Pekalongan beserta jajarannya

PEKALONGAN – Kilasfakta.com, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menjadikan peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan pada 25 Agustus 2026 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

Mengusung tema “Kajen Bangkit, Satukan Hati, Bangun Negeri”, peringatan tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ajakan kepada pemerintah, masyarakat, dunia usaha, generasi muda, komunitas, akademisi, media, serta berbagai elemen daerah untuk bergerak bersama memajukan Kabupaten Pekalongan.

Sekretaris Panitia Hari Jadi ke-404 Pekalongan , Heru Satriyo mengatakan, Hari Jadi menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah Kabupaten Pekalongan selama lebih dari empat abad sekaligus meneguhkan semangat bersama dalam melanjutkan pembangunan daerah, pada Senin (24/8/2026).

Menurut Heru, tema “Kajen Bangkit” menggambarkan semangat kebangkitan Kajen sebagai pusat pemerintahan, pelayanan publik, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan Kabupaten Pekalongan.

Sementara itu, “Satukan Hati” mencerminkan persatuan seluruh elemen masyarakat dalam pembangunan. Sedangkan “Bangun Negeri” menunjukkan komitmen bersama untuk membangun Kabupaten Pekalongan agar semakin maju, mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Heru menjelaskan, filosofi logo Hari Jadi ke-404 juga menggambarkan semangat kebersamaan. Figur manusia yang saling terhubung melambangkan gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Adapun gedung pemerintahan menggambarkan pusat pemerintahan, stabilitas birokrasi, serta komitmen terhadap pelayanan publik yang profesional dan akuntabel.

Berbagai kegiatan juga digelar untuk memeriahkan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan . Rangkaian tersebut meliputi Kajen Career Expo, Festival Pemuda, futsal atau mini soccer, kegiatan upacara dan kenegaraan, Festival Literasi, Fun Run dan Fun Walk, ziarah, doa bersama lintas agama, Apel Besar, Rapat Paripurna Hari Jadi, Kajen Expo, peringatan Maulid Nabi dan Hari Jadi, pagelaran wayang, serta Diaspora.

Festival Pemuda turut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas dan prestasi melalui berbagai kompetisi, seperti solo vokal, teknologi piranti lunak, melukis, kuliner, video inovasi, fashion show, sesorah, pidato bahasa Inggris, karya ilmiah, orasi kebangsaan, dan menari.

Heru menegaskan, generasi muda memiliki peran penting dalam pembangunan Kabupaten Pekalongan. Kreativitas, inovasi, prestasi, dan kepedulian mereka menjadi energi baru untuk membawa daerah semakin maju.

CAPAIAN KINERJA PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2026

Pemerintah Kabupaten Pekalongan mencatat sejumlah capaian positif dalam pembangunan daerah hingga tahun 2026. Capaian tersebut terlihat dari peningkatan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan pada 2025 mencapai 5,88 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 5,08 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas perekonomian daerah terus bergerak positif. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 32.684,21 miliar, sedangkan berdasarkan harga konstan 2010 mencapai Rp 20.425,92 miliar.

Dari sisi produksi, sektor akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,25 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh sebesar 7,08 persen. Struktur perekonomian Kabupaten Pekalongan masih didominasi sektor industri pengolahan sebesar 29,65 persen dan konsumsi rumah tangga sebesar 74,77 persen.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga berhasil menekan angka kemiskinan. Pada 2025, tingkat kemiskinan turun menjadi 8,05 persen dari 8,95 persen pada 2024. Penurunan tersebut membuat jumlah penduduk miskin berkurang menjadi sekitar 73,80 ribu jiwa, dengan garis kemiskinan sebesar Rp538.371 per kapita per bulan.

Di sektor ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,24 persen pada Agustus 2025, turun 0,06 persen poin dibandingkan 3,30 persen pada Agustus 2024.

Pada periode yang sama, jumlah angkatan kerja mencapai 609,67 ribu orang, meningkat 14,43 ribu orang. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik 0,89 persen poin menjadi 77,27 persen. Jumlah penduduk yang bekerja mencapai 589,95 ribu orang, bertambah 14,35 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Sektor industri menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 253,38 ribu orang. Berdasarkan status pekerjaan, penduduk bekerja paling banyak berstatus buruh, karyawan, atau pegawai sebanyak 198,52 ribu orang, disusul pekerja yang berusaha sendiri sebanyak 149,51 ribu orang.

Pada bidang pembangunan manusia, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM 2025 mencapai 72,71, naik dari 71,95 pada 2024. Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Pekalongan dalam kategori pembangunan manusia tinggi.

Peningkatan IPM tersebut mencerminkan perbaikan pada beberapa aspek utama. Pemerintah terus memperluas akses layanan kesehatan agar semakin dekat dan merata bagi masyarakat. Pada bidang pendidikan, pemerintah meningkatkan peluang pendidikan serta rata-rata lama sekolah. Sementara pada aspek standar hidup layak, pengeluaran per kapita yang disesuaikan terus menunjukkan perbaikan.

Capaian tersebut menjadi bagian dari kinerja Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat.

Semangat kebersamaan dalam Hari Jadi ke-404 juga mendapat dukungan dari kalangan pelaku usaha perempuan. Ketua II IPEMI (Ikatan pengusaha muslimah Indonesia) DPC Kabupaten Pekalongan, Riana Yuli Astuti, menilai tema “Kajen Bangkit, Satukan Hati” mencerminkan semangat untuk bersama-sama memajukan Kabupaten Pekalongan.

Menurut Riana, pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat dan pelaku UMKM juga memiliki peran penting untuk ikut bergerak, mengembangkan usaha, dan saling mendukung.

“Bukan hanya pemerintah, tetapi masyarakat dan pelaku UMKM juga ikut bergerak dan saling mendukung,” ujar Riana.

IPEMI menilai komunikasi yang baik, kolaborasi, keterbukaan, dan gotong royong antara pemerintah dan masyarakat menjadi hal penting dalam memperkuat pembangunan daerah.

Riana mengatakan masyarakat dapat berperan menjaga dan mendukung daerah, pelaku usaha ikut menggerakkan perekonomian, sedangkan generasi muda dapat menghadirkan ide serta inovasi baru.

“Bukan hanya pemerintah yang bekerja, tapi kita semua ikut bergerak bersama untuk memajukan Kabupaten Pekalongan,” katanya.

IPEMI juga berharap Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus membuka ruang kolaborasi serta memberikan dukungan dan kesempatan bagi UMKM, khususnya pengusaha perempuan, agar dapat berkembang dan ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Peringatan Hari Jadi ke-404 Pekalongan pada 25 Agustus 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kolaborasi, mengembangkan potensi daerah, menjaga budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan semangat “Kajen Bangkit, Satukan Hati, Bangun Negeri”, seluruh elemen masyarakat diajak bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan menuju masa depan yang semakin maju, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. (Kf)

 

Exit mobile version