Oplus_131072
Kabupaten Pekalongan
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sukirman bersama Sekretaris Hari Jadi Ke-404 Kabupaten Pekalongan beserta jajarannya

PEKALONGAN – Kilasfakta.com, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjadikan peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan pada 25 Agustus 2026 sebagai momentum memperkuat persatuan, gotong royong, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah.

Pada peringatan ini, Pemkab mengusung tema “Kajen Bangkit, Satukan Hati, Bangun Negeri”, Hari Jadi tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi ajakan kepada pemerintah, masyarakat, dunia usaha, generasi muda, akademisi, komunitas, dan media untuk bersama-sama memajukan Kabupaten Pekalongan.

Hero Satriyo, selaku Sekretaris Panitia Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan mengatakan, peringatan Hari Jadi merupakan momen mengenang perjalanan Kabupaten Pekalongan selama lebih dari empat abad sekaligus memperkuat semangat melanjutkan pembangunan daerah.

Beliau berpendapat, “Kajen Bangkit” menggambarkan semangat kebangkitan Kajen sebagai pusat pemerintahan, pelayanan publik, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan. “Satukan Hati” mencerminkan persatuan seluruh elemen masyarakat, sedangkan “Bangun Negeri” menjadi komitmen bersama membangun Kabupaten Pekalongan yang maju, mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Filosofi logo Hari Jadi ke-404 juga merepresentasikan kebersamaan. Figur manusia yang saling terhubung melambangkan gotong royong dan partisipasi masyarakat, sementara gedung pemerintahan menggambarkan komitmen terhadap pelayanan publik yang profesional dan akuntabel.

Rangkaian acara Hari Jadi ke-404 meliputi Kajen Career Expo, Festival Pemuda, Festival Literasi, Fun Run dan Fun Walk, ziarah, doa bersama lintas agama, Apel Besar, Rapat Paripurna Hari Jadi, Kajen Expo, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pagelaran wayang kulit, hingga kegiatan Diaspora Kabupaten Pekalongan.

Festival Pemuda menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kreativitas melalui berbagai lomba, seperti solo vokal, teknologi piranti lunak, melukis, kuliner, video inovasi, fashion show, sesorah, pidato bahasa Inggris, karya ilmiah, orasi kebangsaan, dan tari.

Lebih lanjut Hero menegaskan, generasi muda merupakan energi baru pembangunan daerah melalui kreativitas, inovasi, prestasi, dan kepedulian terhadap Kabupaten Pekalongan.

Capaian Pembangunan Kabupaten Pekalongan

Sejumlah capaian pembangunan Pemkab Pekalongan tercatat hingga tahun 2026, ditandai pertumbuhan ekonomi yang meningkat, kemiskinan dan pengangguran yang menurun, serta kualitas pembangunan manusia yang semakin baik.

Ekonomi Kabupaten Pekalongan tumbuh pada 2025 mencapai 5,88 persen, meningkat dari 5,08 persen pada 2024. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp32,684 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp20,426 triliun.

Sektor akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,25 persen, sedangkan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 7,08 persen. Struktur ekonomi daerah masih didominasi sektor industri pengolahan sebesar 29,65 persen dan konsumsi rumah tangga sebesar 74,77 persen.

Angka kemiskinan turun di bidang kesejahteraan, dari 8,95 persen pada 2024 menjadi 8,05 persen pada 2025. Jumlah penduduk miskin berkurang menjadi sekitar 73,80 ribu jiwa dengan garis kemiskinan sebesar Rp538.371 per kapita per bulan.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,24 persen di sektor ketenagakerjaan pada Agustus 2025 dari 3,30 persen pada tahun sebelumnya. Jumlah angkatan kerja meningkat menjadi 609,67 ribu orang, sedangkan jumlah penduduk bekerja mencapai 589,95 ribu orang.

Sektor industri menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan 253,38 ribu pekerja, disusul buruh, karyawan, atau pegawai sebanyak 198,52 ribu orang, serta pekerja yang berusaha sendiri sebanyak 149,51 ribu orang.

Pada bidang pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pekalongan meningkat menjadi 72,71 pada 2025 dari 71,95 pada 2024, sehingga masuk kategori pembangunan manusia tinggi.

Semakin baiknya akses pelayanan kesehatan mendukung peningkatan IPM, meningkatnya kesempatan pendidikan dan rata-rata lama sekolah, serta membaiknya standar hidup masyarakat melalui peningkatan pengeluaran per kapita yang disesuaikan.

Kolaborasi untuk Kabupaten Pekalongan yang lebih Maju

Hari Jadi ke-404 juga menjadi penyemangat dan mendapat dukungan dari kalangan pelaku usaha perempuan. Ketua II IPEMI DPC Kabupaten Pekalongan, Riana Yuli Astuti, menilai tema “Kajen Bangkit, Satukan Hati” mencerminkan semangat bersama memajukan Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya, pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat dan pelaku UMKM yang berperan menggerakkan perekonomian daerah melalui kolaborasi, komunikasi, keterbukaan, dan gotong royong.

Selain itu, IPEMI juga berharap, Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus membuka ruang kolaborasi dan memberikan dukungan kepada UMKM, khususnya pengusaha perempuan, agar semakin berkembang dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan, meningkatkan kolaborasi, mengembangkan potensi daerah, melestarikan budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan semangat “Kajen Bangkit, Satukan Hati, Bangun Negeri”, seluruh elemen masyarakat diajak bergerak bersama membangun Kabupaten Pekalongan menuju masa depan yang semakin maju, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. (Kf)

Exit mobile version