
Diah Purborini, S.Pd.
Guru SD Negeri Gulangpongge 01 Gunungwungkal Pati
Seiring diberlakukannya kurikulum merdeka yang oleh Kemendikbudristek pada tahun 2021 lalu, Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau P5 menjadi hal yang baru di kalangan pendidik. P5 merupakan kegiatan berbasis projek yang dilaksanakan oleh peserta didik untuk mencapai kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila. Hal ini selaras dengan visi Pendidikan Indonesia yakni mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila. Pelajar Pancasila sendiri merupakan perwujudan pelajar Indonesia sebagai pebelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, 2) berkebhinekaan global, 3) bergotong royong, 4) mandiri, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif.
Dalam rangka mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dengan terciptanya pelajar Pancasila, setiap satuan pendidikan diharuskan mengimplementasikan P5 tersebut dalam kegiatan pembelajaran. Di SDN Gulangpongge 01 P5 mulai bisa dilaksanakan pada kelas 1 dan 4 SD yang merupakan fase A dan fase B dalam kurikulum merdeka. Kegiatan P5 kelas 4 SD pada tahun 2023/2024 mengambil tema kewirausahaan dan kearifan lokal. Tema tersebut dilaksanakan pada semester 1 dan semester 2.
Pada semester gasal tahun 2023/2024 ini, peserta didik kelas 4 SDN Gulangpongge 01 Kec. Gunungwungkal Kab. Pati melaksanakan P5 dengan memilih tema kearifan lokal membuat batik jumput pada kain kaos. Alasan memilih projek pembuatan batik adalah untuk mengenalkan batik kepada peserta didik bahwa batik adalah warisan dunia yang menjadi ciri khas dari budaya Indonesia yang harus kita lestarikan. Projek yang diikuti oleh 15 peserta didik ini, diawali dengan guru menyampaikan materi tentang proses pembuatan batik jumput. Sebelum pembelajaran guru bersama siswa mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk melaksanakan projek tersebut.
Peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat batik jumput adalah kain katun putih, karet gelang, kelereng, pewarna pakaian dan waterglass. Kemudian untuk cara pembuatan batik jumput ini juga sangat mudah. Pertama, membuat pola titik-titik pada kain. Setelah itu, pola diberi kelereng dan diikat dengan karet gelang. Setelah semua pola diberi kelereng dan diikat, langkah selanjutnya adalah menuang waterglass pada panci atau ember. Kemudian, mencelupkan kain ke dalam waterglass. Lalu, kain diangkat dan diperas. Setelah itu kain dicelupkan kedalam panci yang berisi pewarna pakaian selama beberapa menit, lalu angkat dan tiriskan. Kain yang sudah diwarnai lalu didiamkan dan diangin-anginkan selama 3-5 jam. Kemudian, kain dibilas dengan air bersih dan diangin-anginkan kembali.
Projek pembuatan batik jumput ini berjalan dengan lancar dan siswa sangat antusias mengikutinya. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa P5 dapat dijadikan alternatif pembelajaran kreatif dan menyenangkan yang dapat diterapkan di sekolah dasar. Pembelajaran melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila ini memberikan pengalaman belajar pada siswa. Melalui pembelajaran ini siswa dapat memperoleh keterampilan hidup (lifeskill) yang akan menjadi bekal mereka kelak jika terjun di masyarakat. (*)
