PEKALONGAN-Kilasfakta.com, Rencana pembangunan Kampung Nelayan Moderen (Kalamo) dari Kementrian KKP di wilayah Pantura kota Pekalongan, tepatnya di Exit Tol Setono, Kelurahan Setono, yang rencananya akan di laksanakan bulan depan, dengan target pembangunan selama 4 hingga 5 bulan.

Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono mengumumkan rencana pembangunan Kampung Nelayan Moderen (Kalamo) di Kelurahan Setono, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Kalamo akan menjadi pusat kuliner dengan konsep thematic culinary, di mana hasil perikanan nelayan kota Pekalongan akan langsung diolah dan dinikmati oleh pengunjung dalam sebuah pasar ikan modern.

Program tersebut bertujuan untuk mengubah wajah kampung nelayan tradisional menjadi kampung nelayan yang lebih moderen.

Kalamo akan menyajikan berbagai macam masakan hasil Laut dengan layanan kuliner ikan segar hasil tangkapan nelayan yang diolah menjadi sajian siap santap di tempat, serta pasar ikan moderen.

Fasilitas Kalamo akan mencakup restoran dan hunian modern yang dapat menampung 150 nelayan. Selain itu, Kalamo akan dilengkapi dengan fasilitas cool storage atau gudang penyimpanan ikan yang dilengkapi dengan mesin pendingin untuk menampung ikan dalam jumlah besar.

Menurut Menteri KKP, Wahyu Sakti Trenggono, Kalamo akan dibangun di lahan seluas 8.000 meter persegi dengan total anggaran sebesar 21,875 miliar rupiah.

“Rencananya, pembangunan Kalamo akan dimulai pertengahan Juni 2024 dan ditargetkan selesai pada November 2024” ungkapnya, Sabtu 25 Mei 2024.

Lebih lanjut beliau menambahkan,”Pembangunan Kalamo di bangun sebanyak 10 daerah di Indonesia secara gratis dari Kementrian KKP, dan akan di serahkan kepada Koperasi nelayan,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, menambahkan bahwa Kalamo yang sedang dalam proses lelang direncanakan sebagai pusat wisata kuliner baru yang akan diintegrasikan dengan wisata belanja grosir Batik Setono, wisata religi Makam Sapuro, dan taman wisata laut Pasir Kencana.

“Pengelolaan Kalamo akan diserahkan kepada sejumlah koperasi nelayan di kota Pekalongan” jelasnya.

Diharapkan keberadaan Kalamo sebagai pusat wisata baru dapat meningkatkan perekonomian Kota Pekalongan dan menjadi tujuan wisata bagi pengunjung lokal maupun dari luar daerah, karena lokasinya yang strategis berada di pintu masuk dan keluar jalan Tol Kota Pekalongan.

Editor: Idr

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version