Kota PekalonganFoto: Salah satu peserta dari Komunitas Batik Pekalongan dalam Karnaval Kirab Budaya Pekalongan ART WEEK 2026 di depan Museum Batik Jetayu Kota Pekalongan

 

PEKALONGAN — Kilasfakta.com, Ratusan peserta Kirab Budaya Pekalongan Art Week 2026 pada hari ini, sangat memukau masyarakat Kota Pekalongan. Kegiatan ini sekaligus mengawali Pekalongan Art Week sebagai wadah kreativitas para pelaku seni yang tergabung dalam Dewan Kesenian dan Budaya Kota Pekalongan (DKBKP).

Pagelaran ini merupakan gebrakan perdana dari Dewan Kesenian dan Budaya Kota Pekalongan periode tahun 2026, setelah melalui proses panjang serta Musyawarah Daerah (Musda), yang sekarang ini dipimpin oleh Ketua baru terpilih, yakni A. Saeri.

Dalam kesempatannya, Ketua DKBKP terpilih A. Saeri menyampaikan beberapa hal terkait pagelaran seni dan budaya yang diselenggarakan tahun ini dengan tema Kirab Budaya Pekalongan ART WEEK 2026 di GOR Jetayu dan Museum Batik Kota Pekalongan.

, Ng

“Kirab budaya ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai unsur, antara lain Reog Kota Batik, Kuntulan, seratus penari Sintren, Batik Carnival, drumband, angklung, paguyuban seni budaya, komunitas musik, teater, tari, puisi, seni rupa, pelaku UMKM dan kuliner, serta pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan tentang kegiatan acara tersebut yang sebelumnya telah direncanakan selama seminggu, kini diefisiensikan menjadi tiga hari, karena beberapa hal.

“Gelaran ini rencananya memang seminggu, karena keadaan tertentu kami padatkan seluruh rangkaian acara ini menjadi tiga hari. Namun, hal ini tidak mengurangi seluruh kegiatan yang telah direncanakan, justru semua pertunjukan, pameran, dan pemberdayaan UMKM kami sempurnakan agar lebih efisien dan bermakna.” Ungkap Saeri, pada Kamis (24/9/2026).

Oplus_131072

Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan menanggapi pergelaran tersebut diakhir acara.

“Saya mewakili Pemerintah sangat berterima kasih sekali kepada DKBKP, Yang baru saja merintis sudah begitu meriah, begitu pula antusias warga masyarakat yang luar biasa. Harapan kami, kegiatan ini dapat berkembang menjadi acara rutin, sehingga memberi kesempatan kepada seniman dan budayawan untuk semakin menginspirasi, berkreasi, serta menunjukkan kemampuan terbaiknya di bidang masing-masing.” tuturnya.

Acara perdana Kirab Budaya yang digelar DKBKP yang baru tersebut, Ustadz Rifqon Arodli selaku Ketua Graha Tosan Aji Pekalongan, Beliau menjelaskan dengan membawa Keris Toyo Mampet di saat berlangsungnya Kirab Budaya, yang nantinya akan diserahkan kepada pejabat Pemerintah di Panggung Kehormatan.

, Ng

“Yang saya bawa adalah Keris Toyo Mampet, yang memiliki filosofi dan melambangkan kebersamaan serta kemampuan untuk beradaptasi dalam segala hal.” Jelasnya.

Menurutnya, agar Kota Pekalongan tetap aman dan tenteram, nilai-nilai budaya harus terus diuri-uri dan dikaji secara mendalam. Selama ini Pekalongan dikenal sebagai kota budaya, namun belum banyak yang mengkaji budaya itu sendiri, sehingga kerap terjadi kesalahpahaman.

Selanjutnya, Graha Tosan Aji akan mengadakan kegiatan kajian budaya secara berkala, yaitu setiap Kliwonan atau Paingan, yang mencakup estetika, seni, dan kebudayaan dalam berbagai bentuk. Juga direncanakan pembuatan program podcast yang akan digelar di gedung atau kantor Rehat Kota Pekalongan.

Harapannya, generasi muda Pekalongan senantiasa menjaga dan memelihara warisan budaya, serta berpijak pada budaya yang diiringi dengan ilmu pengetahuan. (SH/Kf)