KOMPI Gelar Kopdar Awal Tahun 2023KOMPI Gelar Kopdar Awal Tahun 2023

PATI – Kilasfakta.com, Komunitas Panther Pati (KOMPI) menyelenggarakan kopi darat (kopdar) —suatu istilah khas komunitas yang berarti pertemuan antar anggota, yang diselenggarakan pada Sabtu, 21 Januari 2023 di Pendhapa Pasucen, Trangkil, Pati.

“Kopdar ini merupakan kopdar rutin bulanan.
Bertepatan dengan awal tahun 2023 maka akan disampaikan perencanaan-perencanaan program dan kegiatan serta di akhir tahun diselenggarakan evaluasi-evaluasi dan pertangung jawaban tahunan”, terang Om Sukoco, anggota KOMPI dengan nopung 078, yang sekaligus menjabat sebagai bendahara.

Sementara itu Endro Sriyoto yang menjabat Ketum KOMPI sejak 2019 ini memberi keterangan, bahwa program-program KOMPI yang selama ini sudah sedang dan akan dilakukan ialah harus merupakan ejawantah dari visi misi organisasi.

KOMPI sebagai komunitas pengguna dan penghoby mobil Panther di wilayah Pati Jateng diharapkan menjadi semakin baik dari hari ke hari tentu dengan program-programnya yang inovatif.

Bahwa KOMPI yang berdiri 5 Desember 2015 adalah bagian dari pelopor keselamatan dalam berkendara. Sehingga mampu menepis persepsi sebagian masyarakat yang cenderung negatif melihat komunitas mobil atau motor sebagai geng yang ugal-ugalan di jalanan.

Di samping itu KOMPI juga wajib melaksanakan program-program penguatan silaturrahmi dan program-program kepedulian kemanusiaan.

Program penguatan silaturrahmi antara lain berupa kopdar, ngopi syahdu, bergotong royong (jagong, buwoh, rewang, menjenguk anggota yang sakit, takziyah dll), mengadakan dan mendatangi acara anniversary komunitas, dsb. Sementara program peduli kemanusiaan di antaranya berujud program bantuan sosial (bansos).

Program bansos KOMPI pada akhir tahun kemarin menyasar pada korban bencana banjir bandang di Pati selatan, korban bencana tanah longsor dan angin puting beliung di Pati utara serta korban bencana kebakaran di Pati timur. Sementara di awal tahun ini bansos KOMPI lebih banyak menyasar pada korban bencana banjir di sekitaran sungai Silugonggo (sungai Juawana).

“KOMPI yang ketika awal saya menjabat ketum, beranggotakan 140, dan kini sudah beranggotakan 250 ini bukanlah komunitas yang kaya harta, tetapi KOMPI adalah komunitas yang kaya hati. Bahkan konsumsi kopdar seperti ini, dilakukan dengan filosofi “kaya hati” itu, yakni dengan sistem subsidi silang. Bagi yang kebetulan ada rezeki, dipersilakan membawa makanan atau minuman seadanya dan yang kebetulan belum ada, tetap diminta datang dan menikmati suguhan yang ada secara bersama-sama. Jadikan komunitas sebagai sarana tukar kaweruh, sosial, peduli sesama, hiburan, silaturrahmi dengan tetap mengutamakan kepentingan keluarga dengan istilah kendile ora ngguling”.

Hal itu dibenarkan oleh Khoeri, anggota Kompi nopung 236. “Meskipun saya anggota baru, tapi saya sudah bisa merasakan aroma organisasi yang berfilosofi kaya hati itu, om. Ya. Semoga saja KOMPI bisa istiqomah”, pungkasnya. (KAM).

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version