PEKALONGAN – Kilasfakta.com, Hari Raya Idul Fitri telah usai, namun terlepas dari itu masih banyak sebagian masyarakat pada umumnya dan umat Muslim khususnya yang menyelenggarakan acara Halal Bi halal. Acara tersebut di gelar hari Sabtu (6/5/2023) oleh Lindu Aji di ex Pendopo kabupaten Alun-alun Pekalongan sebagai bentuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan satu sama lain. Acara Halal bi Halal malam ini di hadiri ketua Lindu Aji kota Pekalongan bersama pengurus dan semua anggota, serta Lindu Aji kabupaten Pekalongan dan kabupaten Batang.
Doni Eko Wijaya selaku ketua Lindu Aji kota Pekalongan menyampaikan bahwa,” Alhamdulillah pada malam hari ini yang masih di bulan Syawal, kita bisa berkumpul dalam rangka acara Halal bi halal, saya sangat berterima kasih kepada seluruh anggota yang hadir, kepada DPC Lindu Aji Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang, serta seluruh pengurus Lindu Aji kota Pekalongan, Minal Aidzin wal Faidhin mohon maaf lahir dan batin,” Ungkapnya.
Selanjutnya Doni menghimbau, saya berharap kepada seluruh anggota untuk selalu seduluran sak lawase, karena ke depan kita banyak tantangan dan harus kedepankan rasa persaudaraan antar Ormas atau LSM apapun benderanya, jangan sampai kita terpancing provokasi dari pihak manapun, kita harus bisa membantu dan bermanfaat untuk masyarakat, bisa menjembatani masyarakat dengan Pemerintah, terutama masyarakat kecil. Saya kira cukup sekian, semoga ke depan Lindu Aji semakin maju dan semakin jaya, Himbau Doni.
Hadi Sulistiono selaku penasehat Lindu Aji menyarankan,” Ayo kita bangun Lindu Aji ini dengan sumber daya kita masing-masing, bahwa Lindu Aji yang nantinya akan bisa menjadi barometer daripada Ormas-ormas atau LSM yang lain, kalian adalah anggota yang memiliki karya atau prestasi untuk Bangsa, Negara terlebih adalah untuk secara individual Anggota, pengurus Lindu Aji itu sendiri. Karena pada dasarnya, sesuai dengan ad/art bahwa Lindu Aji keberadaannya adalah mengukulir sebuah prestasi bukan bermain politik, kalaupun berpolitik itu merupakan sebuah letupan-letupan saja yang lumrah sebagai manusia, karena kita sebagai masyarakat yang hidup di lingkungan politik.
Bahwa Lindu Aji tidak alergi, tidak menjauh, tidak menjadikan sebuah bangunan supaya ortodok untuk menjadikan prestur-prestur selain melakukan kerja sama di dalam rangka membantu pembangunan masyarakat dan bangsa Indonesia ini, melalui Pemerintah daerah kita harus ada sebuah senergitas, artinya prestasi Lindu Aji itu yang harus ikut mengawal pembangunan bangsa dan wilayah disini dengan baik, Saya berharap sekali perjalanan Lindu Aji Pekalongan Raya sampai ke Pemalang bisa mewujudkan sebuah prestasi atau karya yang nyata. Apalagi generasi muda Lindu Aji ini harus kita didik yang nantinya untuk bisa menciptakan sebuah prestasi atau karya, karena Lindu Aji masih menjadi rangking yang terbaik, yang masih steril dan belum terkontaminasi semua hal-hal politik, Semangat, jaya, hidup Lindu Aji,” Saran Hadi.
Widiatmoko sebagai sesepuh yang juga dewan pembina Lindu Aji sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh anggota Lindu Aji Pekalongan Raya, yang pada malam hari ini kita bisa berkumpul di ex pendopo Alun-alun Pekalongan. ” Saya hanya menyarankan kepada seluruh anggota Lindu Aji kota dan kabupaten Pekalongan serta kabupaten Batang agar selalu kompak, dan kekompakan yang sudah terjaga ini harus kita tingkatkan, karena tidak ada kejayaan tanpa kebersamaan dan tidak ada kebersamaan tanpa silaturahmi,” Pungkasnya.
Dan sebagai penutup acara Do’a bersama seluruh anggota, yang di pimpin Widiatmoko sesepuh Lindu Aji Pekalongan hingga selesai, dengan di lanjutkan musik Dangdut sebagai hiburan. (Idris)
