KARANGANYAR – kilasfakta.com, Kawasan kebun teh ini berada di ketinggian antara 800-1.540 meter di atas permukaan laut (mdpl) sehingga cenderung bersuhu sejuk. Lokasi ini berkembang pesat mulai dari menjamurnya wisata kuliner hingga desa wisata yang menawarkan berbagai keunggulan mulai tubing hingga pemandangan kebun teh yang eksotis.

Wisata yang menarik dikunjungi kala akhir pekan tiba. Kebun teh ini terletak di lereng Gunung Lawu dengan hamparan tanaman teh yang membentang luas. Pemandangan alam yang indah, udara yang sejuk, dan suasana yang asri menjadi daya tarik utama kebun teh ini.

Hamparan kebuh teh yang luas dan hijau dengan suasana khas pegunungan cocok untuk menyegarkan pikiran dan melepas penat. Wisatawan dapat menikmati keindahan Kebun Teh Kemuning dengan berjalan kaki, bersepeda, atau naik jip.

Kabar baik terkini, saat ini berbagai perencanaan pemanfaatan kawasan kebun teh Kemuning, Ngargoyoso disiapkan Yayasan Rumpun Diponegoro di lahan seluas hektaran tersebut. Lahan milik Kodam IV Diponegoro itu dikelola agar lebih baik melalui tahap demi tahap. Tepatnya masuk Margo Lawu, PT Rumpun Sari Kemuning tertarik untuk menyusun Detail Enginering Design Pengembangan daya tarik wisata Kemuning Kabupaten Karanganyar.

Destinasi objek wisata dilahan Kodam IV Diponegoro yang terletak di Desa Gumeng, dikelola oleh manajemen pariwisata yang berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Karanganyar dan PT. Rumpun Sari Kemuning.

Data yang dihimpun dilokasi, satuan perwakilan dari Kodam IV Diponegoro saat ditemui kru media juga mengatakan, pemaparan Kodam IV terkait konsep pengembangan kebun teh akan disampaikan ke Panglima Kodam. Pada prinsipnya, aktifitas kebun teh itu di bawah tata kelola PT Rumpun Sari Kemuning.

“Untuk saat ini merelokasi sendiri, tidak ada yang namanya alih tangan lahan aset apapun. Relokasi tempat yang kami garap masuk berada di Desa Kemuning Ngargoyoso dan Desa Gumeng Jenawi, kerjasama dengan PT Rumpun Sari Kemuning. Aktifitas memang ada alat berat, tapi untuk memeratakan lahan dan sarana mengambil matrial bahan yang banyak bisa kami gunakan untuk sarana relokasi saja. Bisa dicek, ibarat satu batupun nggak ada yang keluar dari lokasi apalagi dijual,” ungkap Rudi H salah satu perwakilan Kodam IV Diponegoro, Senin, (20/11/2023).

 

Rudi membenarkan berdasarkan tata ruang oleh Pemerintahan di Kabupaten Karanganyar, bahwasanya kawasan perkebunan teh Kemuning ditetapkan sebagai lokasi agrowisata, dalam arti kawasan wisata berbasis perkebunan pertanian teh, jadi kawasan itu perlu dijaga kelestariannya. Sementara terdapat 5 desa yang menjadi pemangku kebun teh itu Desa Jenawi, Desa Segoro Gunung, Desa Gumeng, Desa Ngargoyoso dan Desa Kemuning.

“Ada 5 desa yang diberikan corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan dalam pengelolaan kebun teh, kesemuanya berbasis agrowisata. PT RSK diberi mandat negara sebagai pemegang HGU perkebunan teh. Tugas kami memonitor dan mengawal jalannya relokasi ini,”ujarnya.

Masih menurutnya, studi kelayakan pengembangan kawasan agrowisata Margo Lawu, yakni menggali potensi sekaligus merencana ide brilian di lahan. Aspek penting pengembangan pariwisata ditakar dari aksesibilitas, transportasi dan atraksi. Namun oleh PT RSK telah disiapkan skenario penunjang nantinya untuk keperluan transit ke obyek alam dan religi.

“Kawasan yang akan dikembangkan nanti diantaranya Resto, Rest Area, penginapan dan lahan parkir. akan ada gardu pandang, tempat parkir, souvenir, penginapan konsep alam, dan tempat bermain. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk agrowisata dengan konsep pemulihan lahan atau konservasi,” ungkapnya.

Gagasan relokasi tersebut diharapkan menjadi salah satu ikon wisata di kawasan kebun teh nantinya. Lahan di Margo Lawu sendiri merupakan objek wisata yang digagas oleh pemerintah Kabupaten Karanganyar dan saat ini dikelola juga akan dikembangan PT Rumpun Sari Kemuning.

Dari 8 personil satuan Kodam IV Diponegoro saat ditemui awak media dilokasi relokasi lahan itu diakuinya teknis pengelolaan bekerjasama dengan perusahaan Rumpun Sari Kemuning. Nantinya akan menggandeng beberapa relasi untuk menata dan mengonsep obyek wisata di kawasan lahan perkebunan itu.

Disinggung soal viral video baik dimedsos maupun adanya satu pemberitaan media geger jalan diperlebar hingga pindah tangan aset, Rudi menegaskan bahwa itu kabar hoak. Aktifitas yang dilakukan justru intruksi atas pihak atas, dimana sejak awal dulu lahan milik Kodam IV telah memberikan fasilitas khalayak umum dengan membuatkan jalan umum penghubung Desa kejalan raya PU.

“Tidak ada yang geger, apalagi merusak. Jalan itu justru dari dulu lahan milik Kodam diberikan untuk akses umum juga transportasi. Itu kami perlebar atas intruksi atas juga dihibahkan untuk kepentingan umum, tidak ada transaksi jual beli apalagi warga masyarakat yang dirugikan,” tegasnya.

Sesaat awak Media dan Lembaga menyusuri terkait aktifitas relokasi tersebut, dalam temuan benar tanpa adanya bisnis alih tangan lahan aset atau jual beli. Surat tembusan kegiatan juga terdapat ke 5 Desa, tembusan Polsek juga Koramil. Berkas lengkap dari notaris sampai diketahui Bupati.

“Relokasi kami akui memanfaatkan matrial setempat. Aktifitas ini juga menguntungkan warga masyarakat, tidak ada yang dirugikan. Pekerjanya juga warga sekitar. Kami harap khalayak umum tak mudah terpancing isu tidak benar dimedsos, mohon awak media juga bisa lebih jeli dalam pemberitaan agar bisa obyektif dan berimbang,” imbuhnya.

Hadirnya perkebunan teh juga mendorong terbukanya isolasi penduduk pedesaan karena dibangunnya sarana transportasi baik di lingkungan perkebunan teh maupun di luar perkebunan teh. Kerja sama pemanfaatan kawasan kebun teh bakal mendulang keuntungan luar biasa bagi pengembangan bisnis pariwisata di Karanganyar.

Dikonfirmasi terpisah, terkait perkebunan teh yang membentang di wilayah Kecamatan Jenawi dan Kecamatan Ngargoyoso. Diakui tokoh masyarakat selaku Kepala Desa Gumeng Suryanto menyampaikan relokasi yang dilakukan saat ini memang masuk wilayah Desa Gumeng.

“Benar, adanya aktifitas dilahan tersebut kami pihak Pemerintahan Desa juga mendapat surat pemberitahuan. Biarpun tidak musyawarah secara langsung tapi ada tembusan,” ungkap Kades Gumeng Suryanto.

Sementara di emplasemen PT Rumpun Sari Kemuning (RSK), pabrik teh yang berada tak jauh dari perkebunan mesin-mesin tua masih setia menggiling pucuk-pucuk dedaunan hingga kering. Pengunjung juga bisa membeli teh oleh-oleh dalam bentuk teh curah. Karena PT RSK hanya menghasilkan teh setengah jadi yang bakal disetor ke sejumlah pabrik teh besar.

Senada juga diungkapan Topan Setiyono, salah satu tokoh masyarakat juga ASN Kesehatan. Sosok pria setengah baya terkenal aktivis kritis yang tinggal diperbatasan Desa Gumeng dengan Desa Kemuning itu menegaskan soal uji kelayakan pengembangan kawasan wisata Kemuning bervisi jelas dan terbuka banyak alternatif konsep pengembangan di kawasan itu.

Dia pun apresiasi kawasan Margo Lawu yang kini menjadi salah satu objek wisata kebun teh Kemuning yang dikelola PT Rumpun Sari Kemuning direlokasi.

“Dari catatan dulunya perkebunan Kemuning itu tanah E-Gendok. Karena baru di catatkan saja KPPK belum sah sebagai badan hukum belum memiliki akte notaris. Para anggota dan pekerja perkebunan banyak dari anggota Sarbupri yang berafiliasi dengan PKI. Menurut saya, konsep relokasi yang dirancang RSK pada lahan Kodam IV saat ini positif sekali. Selain legalitas yang jelas sampai Bupati, tatanan sampai desain kedepannya terancang dengan baik,”urai dia.

Topan menambahkan, nantinya jika bisa memanfaatkan peluang, banyak sekali potensi usaha yang bisa dijalankan. Yang sederhana relokasi saat ini pun juga banyak menguntungkan warga, karena tenaga kerja rata-rata juga mengambil dari warga masyarakat Desa sekitar, yakni Gumeng dan Kemuning seluruhnya..

“Harapan kami dari masyarakat, selain menjadikan ikon, hingga program kedepannya, tidak hanya memberikan kontribusi pada ekonomi desa, tetapi juga mempromosikan keberlanjutan lingkungan dan menghadirkan produk berkualitas tinggi bagi konsumen. Hal ini kami melihat, kami monitor dan meninjau. Semoga pembahasan semuanya menuju ke arah lebih baik. Karena kami juga berharap adanya nilai-nilai destinasi wisata yang lebih baik.” tambahnya. (Awi/Hendro)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version