JEPARA, KILASFAKTA.COM, | Pemerintah Desa Lebuawu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi yang berlangsung khidmat selama dua hari, mulai Minggu hingga Senin (19-20 April 2026). Perayaan yang jatuh pada hari Senin Pahing di bulan Apit ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur.
Rangkaian Ritual: Dari Religi hingga Pelestarian Makam
Kegiatan dimulai pada hari Minggu dengan agenda Tahtimul Qur’an, di mana warga bersama-sama menyelesaikan pembacaan 30 juz Al-Qur’an. Tak hanya sisi religius, nilai historis pun dijunjung tinggi melalui ziarah makam dan doa bersama (selamatan).
Salah satu prosesi sakral adalah ziarah ke punden babat alas Desa Lebuawu, makam Mbah Citro Kusumo, sosok yang diyakini sebagai cikal bakal (punden) Desa Lebuawu yang berlokasi di wilayah RT 07/RW 02.
“Pada Minggu malam, kami melaksanakan doa bersama dan prosesi penggantian Luwur (kain penutup nisan) makam Mbah Citro Kusumo. Ini adalah bentuk penghormatan kami kepada pendahulu desa,” ujar Mohadi Arifin, Carik Desa Lebuawu, saat diwawancarai awak media liputan7.id, Senin (20/4/2026) malam.
Sinergi Lembaga dan Semangat Gotong Royong
Meskipun zaman terus berkembang, Pemerintah Desa Lebuawu berkomitmen menjaga keaslian adat. Petinggi Desa Lebuawu, Noor Yanto, menegaskan bahwa format acara tahun ini merupakan hasil mufakat antara pemerintah desa, lembaga desa, sesepuh, hingga tokoh pemuda.
“Masyarakat sangat mendukung. Kegiatan ini adalah mandat bagi kami di pemerintahan desa untuk terus melestarikan tradisi. Kesepakatan, musyawarah, dan gotong royong inilah yang menjadi mesin penggerak Desa Lebuawu agar bisa maju bersama,” tegas Noor Yanto.
Puncak Acara: Pagelaran Wayang Kulit Semalam Suntuk
Sebagai penutup rangkaian acara, Balai Desa Lebuawu menjadi pusat keramaian pada Senin Pahing malam Selasa Pon dengan digelarnya pertunjukan Wayang Kulit semalam suntuk.
Menampilkan Dalang Mbeling Ki Masnanto dari Dongos, lakon yang dibawakan adalah ‘Wirotho Parno’.
Filosofi dari pagelaran ini bukan sekadar hiburan, melainkan doa visual agar masyarakat Desa Lebuawu senantiasa diberikan keberkahan.
Harapan untuk Masa Depan Desa
Melalui momentum Sedekah Bumi ini, Pemerintah Desa Lebuawu berharap masyarakat tetap solid dalam bingkai kebersamaan.
“Kami berharap warga Lebuawu bisa terus guyub rukun, mewujudkan tatanan masyarakat yang Gemah Ripah Loh Jinawi adem ayem toto tentrem kerto raharjo. Semoga kita semua dijauhkan dari marabahaya,” tutup Mohadi Arifin.
Rangkaian Informasi Kegiatan:
Lokasi: Desa Lebuawu, Kec. Pecangaan, Jepara. Tangal 19 – 20 April 2026 (Minggu & Senin Pahing).
Agenda Utama: Tahtimul Qur’an, Ganti Luwur Mbah Citro Kusumo, Selamatan, dan Wayang Kulit. BerTtujuan Pelestarian budaya dan permohonan keberkahan Desa. ** *(Khuz)

