
Ngawi – Kilasfakta.com – Pemerintah Kabupaten Ngawi, melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja ( DPPTK ) Pasar Murah di Kecamatan Pitu, rutin menggelar Pasar Murah ( Operasi Pasar ) untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Pelaksanaan Pasar Murah di Kecamatan Pitu adalah ke 13 lokasi yang di laksanakan oleh DPPTK mulai awal Januari 2026.Kegiatan tersebut di laksanakan di halaman Kecamatan Pitu, pada hari Jumat tanggal 10 April 2026. Komoditas yang di bawa antara lain, Beras SPHP, Beras Medium, Beras Premium, Minyakita, Minyak Premium, Gula kemasan, Gula Polos, Bawang merah, Bawang Putih, Cabai rawit, Telur, dll…
Acara resmi di buka Sekretaris Dinas Disperindag serta dihadiri Kabag Perekonomian Sekda, Kadis DPMPTSP, DKPP, Dinas Perikanan dan Peternakan, Dinkop, P Camat beserta Forkopimcam.

Dalam sambutannya, Sekretaris dinas Arifin menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyeimbangkan kepentingan antara penjual dan pembeli di tengah situasi harga yang fluktuatif.
” Operasi pasar ini bertujuan demi kepentingan masyarakat terutama kalangan ibu – ibu rumah tangga supaya bisa memenuhi kebutuhan pokok dan di harapkan untuk urusan dapur tetap ngebul.” tegas Arifin.
Dengan adanya kegiatan Pasar Murah ini, warga semakin senang, karena harga kebutuhan pokok yang dijual dalam operasi pasar ini jauh lebih miring dibandingkan dengan harga di pasar umum. Arifin mengungkapkan, ” Komoditi yang kami jual di operasi pasar murah ini harganya lebih murah dan selisih harganya lebih jauh di bandingkan harga – harga di pasar umum lainnya.
” Kami merasa senang atas pemerintah membantu warga menjual sembako dengan harga murah dibandingkan di pasaran maupun di toko – toko terdekat, makanya kami membelinya, umpama boleh di borong ini kami borong,” ujar warga sambil menuangkan barang belanjaannya.
Program pasar murah jelas sangat kami nantikan kata warga, apalagi menjelang kebutuhan sehari – hari kadang melonjak tinggi. DPPTK berharap operasi pasar murah ini bisa membantu meringankan beban warga masyarakat untuk mendapatkan belanja sembako murah.
(Sony)
