KLATEN – Kilasfakta.com, Pemdes Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten, mengembangkan Agrowisata Taman Ledok sari ( Talesa ) dengan lahan seluas lima hektar , Talesa diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang mau menikmati dan berlibur di pegunungan yang berudara sejuk dan masih alami.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Balerante, Jainu, saat diwawancarai oleh awak Media “Kilas fakta”. (Senin,1/7/24). Talesa dibangun dilahan kas desa seluas 5 hektar. Pembangunan Talesa dimulai pada tahun 2020 lalu, dengan menggunakan anggaran dari Dana Desa hingga bantuan keuangan (bankeu) dari pemkab. Klaten, hingga saat ini Talesa sudah menghabiskan biaya sekitar Rp 900 juta. Obyek wisata Talesa ini sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas, antara lain, Gasebo, pendopo, ruang meeting, hingga kafe.
Talesa juga dilengkapi dengan sarana penunjang lainnya, seperti, home stay, camping ground, perkebunan jeruk Brastagi hingga kios-kios untuk menjajakan berbagai produk UMKM Desa Balerante.

Di Agrowisata Talesa ini juga bisa memetik dan menikmati langsung buah jeruk brastagi, yang telah resmi dibuka oleh Pemdes Balerante untuk masyarakat umum.

Untuk lahan tanaman jeruk brastagi di Agrowisata Talesa ini cukup luas, yakni 3,5 Hektar. Udara yang sejuk, pemandangan alam yang indah plus memandangi lekuk-lekuk puncak Merapi bakal menghadirkan rona bahagia ketika dekat dengan alam.  Apalagi sambil jalan-jalan di tengah-tengah ribuan pohon jeruk yang berbuah kuning bergelantungan.

Mencicipi manisnya jeruk brastagi sambil bercengkerama bersama keluarga, menjadi pilihan wisatawan yang layak dikunjungi, jadi wisatawan bisa memetik serta menikmati manisnya jeruk brastagi dari pohonnnya langsung, untuk harga jeruk Brastagi itu, kalau dimakan ditempat dihargai Rp 15 ribu perkilo, tapi kalau dibawa pulang untuk oleh-oleh Rp 20 ribu perkilo.

Lebih lanjut, Jainu menambahkan, selain budidaya jeruk brastagi, Pemdes Balerante sudah siap menyambut wisatawan dengan paket-paket wisata yang menarik. Di Balerante sendiri sudah ada 7 unit homestay, sensasi memerah susu langsung dikandang, nonton seni jatilan sampai menginap, Nilai paket mulai dari Rp 65 ribu hingga Rp 230 ribu bagi wisatawan yang menginap.

Terkait awal pengembangan wisata jeruk brastagi, Jainu menceritakan, kalau Pemdes Balerante bekerja sama untuk jangka panjang dengan pelaku usaha asal Yogyakarta, yaitu lntegral Yogya farming, karena jeruk brastagi usia produksinya bisa mencapai 25 tahun,”pungkasnya.  ( Purwanto).

Tinggalkan Balasan