JAKARTA – Kilasfakta.com, Pemerintah memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga aman melalui pengamanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM), perbaikan rantai distribusi, serta optimalisasi penerimaan negara di sektor energi dan sumber daya mineral. Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Bahlil mengonfirmasi bahwa cadangan BBM bersubsidi jenis Pertalite (RON 90) saat ini berada di kisaran 16 hingga 18 hari, sementara jenis BBM lainnya bertahan di atas standar minimum nasional. Pihaknya juga meluruskan isu keterlambatan pasokan BBM yang sempat terjadi di Bali, yang murni dipicu kendala logistik pelayaran dari Jawa Timur dan kini stok di Bali telah pulih mencapai 12 hari.

“Untuk cadangan BBM kita sekarang untuk pertalite Bapak Presiden di angka 16 sampai 18 hari. Ini yang subsidi. RON 90. Kalau yang lainnya semua di atas standar minimum nasional,” ujar Bahlil.

Di samping itu, pemerintah mencatatkan keberhasilan dalam menekan ketergantungan energi fosil dari luar negeri. Impor untuk jenis solar CN48 telah dihentikan sepenuhnya, disokong oleh ketersediaan LPG nasional yang aman di atas rata-rata 13 hari.

Guna memperkuat ketahanan pasokan, pengadaan minyak mentah dan gas kini didorong secara langsung lewat skema government-to-government (G2G).

“Untuk solar Pak Presiden, alhamdulillah sudah tidak kita lakukan impor, jadi clear, khususnya solar (CN)48,” tegasnya.

Dari sisi fiskal, kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM menunjukkan tren positif. Realisasi PNBP per Oktober 2026 telah menembus Rp127,74 triliun dan diproyeksikan melonjak hingga Rp165 triliun pada akhir tahun, atau surplus Rp30 triliun dari target awal APBN.

Kenaikan pendapatan ini didukung oleh peningkatan nilai ekspor komoditas mineral, di mana ekspor nikel mencapai 24,55 miliar dolar AS dan nilai ekspor batu bara naik menjadi 23,71 miliar dolar AS meski volume pengirimannya menurun. (BPMI Setpres)

Exit mobile version