PATI — Kilasfakta.com, Pemerintah Kabupaten Pati terus mendorong percepatan pembangunan daerah melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan menjajaki kerja sama strategis bersama Universitas Gadjah Mada (UGM), yang dilakukan oleh Bupati Pati, Sudewo, dalam kunjungannya ke kampus UGM pada Senin (16/5).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sudewo hadir bersama sejumlah pejabat dari lingkup Pemkab Pati, antara lain Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Plt. Kepala BKPSDM, serta Plt. Kepala BPKAD. Mereka disambut langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito, di Gedung Rektorat.

Menurut Bupati Sudewo, kerja sama antara Pemkab Pati dan UGM sebenarnya telah terjalin melalui nota kesepahaman (MoU) yang sudah ditandatangani sebelumnya. Namun, ia menilai, belum banyak implementasi nyata dari MoU tersebut yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“MoU sudah ada, tapi kami ingin ada langkah lanjut berupa perjanjian kerja sama yang lebih konkret. Fokus kami di bidang perikanan, peternakan, pertanian, pendidikan, dan pariwisata,” jelas Sudewo.

Ia menegaskan bahwa UGM sebagai perguruan tinggi dengan rekam jejak nasional dan internasional memiliki kapasitas luar biasa untuk menjadi mitra pembangunan. Sudewo berharap, sinergi ini bisa menghasilkan program-program berbasis riset dan kebutuhan riil masyarakat.

Beberapa inisiatif kolaboratif yang mulai dirancang antara lain:

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UGM di Pati yang dijadwalkan mulai 23 Juni 2025. Pemkab berharap kehadiran mahasiswa bisa membantu mengedukasi masyarakat tentang program strategis pemerintah daerah.

Pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM, yang akan dipandu oleh Prof. Abdurrahman dari UGM, sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing dan akses pasar produk lokal.

Evaluasi dan penguatan karakter generasi muda, khususnya pelajar dan pemuda Pati, yang akan melibatkan tim psikolog dari UGM.

Rencana pendirian laboratorium perikanan dan kelautan di wilayah Pati sebagai pusat riset dan pelatihan sektor kelautan.

Program bimbingan belajar untuk siswa berprestasi di Pati, guna memperbesar peluang mereka lolos seleksi masuk UGM.

Sudewo menegaskan, pembangunan yang dikejar bukan hanya dalam bentuk infrastruktur, tapi juga pengembangan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, kolaborasi dengan kampus besar seperti UGM dinilai sangat strategis.

“Kami tidak ingin pembangunan hanya tampak dari sisi fisik. SDM juga harus unggul. Kami yakin, lewat kolaborasi dengan UGM, Pati bisa tumbuh lebih cepat dan berkualitas,” pungkasnya. (KF)

Exit mobile version