Sulistiana, S.Pd

Kepala Sekolah SDN Pati Wetan 03

Percakapan Berbasis Coaching dalam Supervisi Akademik

Kepala sekolah sebagai supervisor memiliki peran dalam mengembangkan profesionalitas guru. Kegiatan supervisi yang dilakukan oleh kepala sekolah merupakan pengawasan terhadap kegiatan akademik proses pembelajaran maupun penilaian hasil belajar serta administrasi yang mendukung dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sehingga tercapainya tujuan pendidikan. Pelaksanaan supervisi yang dilaksanakan oleh kepala sekolah terhadap guru dapat memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan profesional guru. Kemampuan profesional yang dimiliki guru dapat mencerminkan kemampuan guru dalam memberikan bantuan belajar kepada peserta didik.

Supervisi akademik dapat dilakukan dengan berbagai cara salah satunya yaitu melalui percakapan berbasis coaching. Coaching diartikan sebagai proses kerja sama yang berpusat pada penyelesaian masalah, dilakukan secara sistematis dan berorientasi pada hasil, dimana coach memberikan fasilitas dalam meningkatkan pencapaian dalam melaksanakan tugas, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi   dari coachee (Grant, 1999). Pendekatan komunikasi dengan proses coaching merupakan interaksi antara Kepala Sekolah (disebut sebagai coach) dan rekan sejawat (disebut coachee). Paradigma berpikir coaching terdiri dari fokus pada coachee yang akan dikembangkan, bersikap terbuka dan ingin tahu, memiliki kesadaran diri yang kuat, mampu melihat peluang baru dan masa depan.

Prinsip coaching yaitu terjadi kemitraan antara coach dengan coachee, proses berlangsung secara kreatif dan memaksimalkan potensi yang ada. Kompetensi Inti Coaching meliputi kehadiran penuh, pemberian pertanyaan yang berbobot, mendengarkan secara aktif. Percakapan coaching bertujuan untuk memberikan bantuan kepada seseorang untuk belajar daripada mengajarinya. Seorang coach perlu memiliki kemampuan untuk dapat menentukan tujuan dan arah percakapan yang dibutuhkan coachee dengan menggunakan acuan interaksi berikut ini (Coasta dan Garmston, 2016) yaitu meliputi percakapan untuk melakukan perencanaan, pemecahan masalah, berefleksi, dan kalibrasi. Peran coach dalam melakukan percakapan coaching dapat dilakukan melalui alur TIRTA.

Alur percakapan coaching TIRTA terdiri dari T (Tujuan), I (Identifikasi), R (Rencana Aksi), dan TA (Tanggung Jawab). Pertama Tujuan Umum, merupakan tahap awal antara coach dan coachee menyepakati tujuan pembicaraan yang akan berlangsung. Tujuan ini idealnya muncul dari coachee. Pertanyaan yang dapat diajukan oleh coach kepada coachee adalah tujuan yang ingin dicapai coachee seperti “apa tujuan dari pertemuan ini?”. Kedua Identifikasi, dalam hal ini coach melakukan eksplorasi dan pemetaan situasi yang sedang dibicarakan, dan menghubungkan dengan realita yang ada saat pertemuan. Pada tahap ini coach dapat menanyakan beberapa hal diantaranya  “apa hambatan atau gangguan yang dapat menghalangi coachee dalam meraih tujuan?”. Ketiga Rencana Aksi, pada tahap ini melakukan pengembangan ide atau alternatif untuk rencana yang akan dibuat. Bentuk pertanyaan yang bisa diajukan oleh coach yaitu “bagaimana cara coachee mengatasi gangguan?”. Keempat TAnggungjawab, fase ini coachee membuat komitmen atas hasil yang telah dicapai dan menentukan langkah selanjutnya yang akan dilakukan. Pada fase ini yang dapat ditanyakan kepada coachee yaitu “bagaimana dengan tidak lanjut dari sesi coaching ini?”.

Percakapan berbasis coaching ini seorang coach hanya dapat memberikan pertanyaan pemantik dalam mengantarkan coachee untuk menceritakan segala permasalahan yang dihadapi sehingga mampu mengidentifikasi semua masalah tersebut dan mencari solusi sendiri. Supervisi akademik yang dilakukan dengan alur TIRTA diharapkan dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik dan memberdayakan setiap guru untuk menemukan potensi yang ada pada dirinya. Sehingga nantinya guru mampu menyajikan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik dan menciptakan suasana pembelajaran yang produktif, kreatif dan inovatif.

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version